Edisi 08-11-2018
Eks Pegawai Goldman Sachs Diduga Terlibat


SINGAPURA – Chief Executive Officer (CEO) Goldman Sachs David Solomon menyesalkan ada dua mantan pegawai nya yang melanggar hukum terkait lembaga negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Kejaksaan Amerika Serikat (AS) telah mengajukan dak waan kriminal pada dua man tan ban kir Goldman Sachs dan seorang pebisnis Malaysia da lam skandal korupsi 1MDB. In vestigasi aliran dana 1MDB menjadi terbesar yang pernah dilakukan Departemen Kehakiman AS dalam program anti-klep tokrasi. Skandal itu men jadi alasan utama kekalahan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak dalam pemilu awal tahun ini. “Sangat menyesalkan melihat dua mantan pegawai Gold - man Sachs secara terang-terangan melanggar kebijakan ka mi dan sangat terbuka me lang gar hu kum,” ujar Solomon saat wa - wan cara dengan Bloomberg TV di Singapura dikutip Reuters.

Dia menambahkan, “Saya merasa mengerikan tentang fakta bahwa orang itu bekerja di Goldman Sachs dan bukan masalah apakah itu mitra atau pegawai level bawah, akan me - manfaatkan kebijakan kami dan melanggar hukum.” Kejaksaan AS pekan lalu me ngumumkan mantan mitra Gold man Sachs di Asia Tim Leis sner telah membela diri nya tidak bersalah dalam kon s - pirasi pen cu cian uang dan kon - s pirasi me lang gar Undang-undang Prak tek Ko rup Asing dan sepakat mem ba yar ja minan USD43,7 juta. Mantan bankir Goldman Sachs lainnya, Roger Ng, di ta han di Malaysia dan diperki rakan akan diekstradisi.

Reuters belum bisa menghubungi pengacara Ng kemarin. Pengacaranya juga belum memberi komentar setelah Kejaksaan AS meng umumkan dakwaan pekan lalu. Goldman juga mem be bas - tugaskan mantan co-head perbank an investasi Asia Andrea Vella karena perannya yang me libatkan perusahaan de - ngan kasus itu. Tuduhan te r ha - dapnya akan segera di umum - kan. Goldman Sachs dalam dokumen sekuritas pekan lalu me - nyatakan perusahaan mung kin menghadapi penalti karena bertransaksi dengan 1MDB.

Menurut kejaksaan, bank investasi itu menghasilkan keun tungan sekitar USD600 juta dalam perannya terkait 1MDB, termasuk tiga tawaran obligasi pada 2012 dan 2013 yang mengumpulkan USD6,5 miliar. Leissner, Ng, dan pejabat lain menerima bonus besar terkait pendapatan tersebut.

Syarifudin








Berita Lainnya...