Edisi 08-11-2018
16 Penyebar Hoaks Jadi Tersangka


JAKARTA – Bareskrim Polri menangkap dan menetapkan 16 tersangka terkait kasus penyebaran hoaks di media sosial (medsos) soal kabar penculikan anak dan jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 di perairan laut Karawang, Jawa Barat.

Para tersangka ditangkap di sejumlah daerah di Indonesia termasuk Jakarta selama dua pekan terakhir. Tersangka Jefri Hasiholan Sitorus misalnya ditangkap di kampung Sukamanah RT 021/4, Kelurahan Cigelam, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Jefri diketahui mengunggah gambar, video, dan tulisan dengan konten tentang pelaku penculikan anak ke akun Facebook Jefri Hasi Holan S. Pelaku mengunggah karena menduga informasi perihal penangkapan penculikan tersebut benar dan agar masyarakat lebih waspada.

Annisa, 30, warga Pengandaran, Jawa Barat, juga ditangkap setelah mengunggah potongan video yang tidak benar tentang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang dengan caption: ”turut berduka atas jatuhnya PESAWAT LION AIR JT 610 tujuan Jakarta- Pangkalpinang semoga semua korban cpt ditemukan, Aamiin”. ”Semua kasusnya sudah ditangani dan Polri sangat fokus menangani kas u s - k a s u s hoaks yang meresahkan masyarakat,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta kemarin. Jenderal bintang satu ini menuturkan, meski memiliki motif yang tergolong positif, para tersangka tetap dikenakan Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

”Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun,” kata Dedi. Dedi mengimbau agar masyarakat cerdas dan bijak dalam menggunakan medsos dengan tidak ikut menyebarkan hoaks. ”Jangan ikut menyebarkan berita- berita yang tidak bisa dikonfirmasi, diklarifikasi, dan diverifikasi sumbernya,” ungkapnya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan, dewasa ini yang terpenting adalah ada kesadaran proses literasi digital atau penyaringan informasi di dunia maya. Selain itu, Setyo menekankan, hal tersebut juga bertujuan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku yang menyebarkan hoaks. ”Gunakan saja medsos, WA untuk yang baik-baik saja. Tahan jempolnya,” tutur Setyo.

M yamin








Berita Lainnya...