Edisi 08-11-2018
Mega Ajak Asia Wujudkan Perdamaian Korea


JAKARTA –Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mengajak Negara-negara di Asia untuk ber samasama menyokong proses perdamaian Korea Selatan dan Korea Utara di Semenanjung Korea.

Megawati menyebut bahwa Semenanjung Korea se bagai the peninsula of the so ve reignty of Asian nation atau se menanjung kedaulatan negara-negara Asia. Pernyataan tersebut disampai kan Megawati ketika menjadi pembicara dalam forum internasional The Kor-Asia Forum 2018 di Seoul, Korea Se latan, kemarin. Megawati menu tur kan, dirinya sangat terharu ketika pada 27 April 2018 lalu pemimpin Korea Selatan dan Korea Utara sepakat me nandatangani Deklarasi Pan munjon untuk Perdamaian, Ke makmuran dan Persatuan Semenan jung Korea. Baginya, sejarah baru sudah dituliskan, bu - kan hanya bagi kedua Korea, tapi juga bagi bangsa di Asia.

“Bagi saya, Semenanjung Korea adalah semenanjung kedaulatan bangsa Asia,” tutur Megawati. Setelah perdamaian di Se me nanjung Korea tercapai, kata Megawati, tugas beri kutnya untuk Asia adalah terusmenerus mengawal dan meng - isi perdamaian. Dan itu di la kukan tanpa membatasi diri pada hal-hal yang terjadi sematama ta di Benua Asia. Ini ber dasar sebuah kesadaran bahwa saat ini semua negara di dunia ber gantung satu sama lain. “Tak ada lagi negara dan bang sa dapat mengucilkan diri dari bangsa-bangsa lain. Urus - an dan masalah dunia adalah juga urusan dan masalah Asia. Ma sa depan Asia bergantung pada pemecahan masalah in - ter na sio nal yang multidi mensi,” bebernya.

Karena itu perdamaian di Semenanjung Korea sebaiknya menjadi simbol persatuan bagi bangsa-bangsa Asia. “Tugas kita selanjutnya untuk tetap menggalang persatuan, tak hanya di Asia, tetapi juga dengan bangsabangsa lain, khususnya Asia- Afrika,” ujar Megawati. Disebut Megawati, Asia-Afri - ka bisa bersatu karena ke tidaksetujuan terhadap rasis me, terorisme, dan radikalis me, per - da gangan manusia ser ta nar kotika. Asia-Afrika ber satu karena kesepakatan ber sa ma untuk menentang keja hat an moneter internasional. Asia-Afrika akan tetap mem perkuat persatuan un t uk meng hadapi dan mencari so lusi bagi per ubah an iklim global dan isu-isu lingkungan hidup lainnya. Asia-Afrika bersatu untuk me la hir kan pembangunan yang men ciptakan kemakmuran bagi warga dunia.

“Terima kasih para pe mimpin dan rakyat Korea Utara dan Korea Selatan. Anda sekalian telah menginspirasi Asia-Afrika dan dunia bahwa tak ada tugas lebih besar yang lebih penting dari memupuk sebuah per amaian,” ujar Megawati. Megawati, mewakili rakyat Indonesia, menyatakan akan selalu menjadi bagian dari per damaian di Semenanjung Korea. “Semenanjung Korea, semenanjung kebangkitan Asia, semenanjung di mana sayap-sayap perdamaian Asia diter bangkan ke segenap pen juru dunia,” tambah Ketua Umum DPP PDIP itu. Selain Megawati, sejumlah pe tinggi negara lain yang menjadi pembicara antara lain Presiden Mongolia Punsal maa giyn Orchirbat dan Deputi PM Tajikis tan Davlatali Said.

Sementara itu, di Jakarta, sejumlah petinggi berbagai lembaga publik Singapura yang ter gabung dalam Leaders in Administration Programme (LAP) me lakukan kunjungan ke Kantor DPP PDIP di Jalan Di po negoro, Jakarta Pusat, kemarin. Dubes Singapura untuk Indonesia Amil Kumar Nayar mengatakan, delegasi ini di persiapkan menjadi pemimpin pu blik di Singapura. Mereka telah melakukan proses pela tihan dengan mengunjungi semua institusi di negeri itu un - tuk memahami soal pelayanan publik dan politik.

Abdul rochim












Berita Lainnya...