Edisi 08-11-2018
Pemerintah Mendanai agar Bisa Ekspor Produk


JAKARTA - Pemerintah akan membantu mendanai start-up yang sudah mapan (mature ) agar bisa mengekspor pro duknya. Jumlah bantuan yang di sediakan berkisar Rp1-2 miliar.

Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Jumain Appe mengatakan, agar per - usahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) yang kini sudah dibina Kemenristekdikti bis nisnya bisa membesar (scaling-up ), tahun depan pemerintah akan memberikan bantuan dana. “Pada 2019 kita akan jalankan scaling-up agar daya ungkit PPBT bisa lebih besar lagi. Kita akan berikan kepada PPBT yang sudah mature,” katanya saat coffee morning Indonesia In novation and Innovators Expo di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan, start - up yang akan dibantu tahun depan berjumlah 15 perusahaan. Satu di antara kriteria selek - sinya ialah start - up tersebut sudah ada kerja sama dengan industri yang bisa membantu mengekspor produknya. Se banyak 15 perusahaan ini akan diseleksi dari 923 PPBT dan calon PPBT yang telah di bantu dan dibina Kemen ris tek dikti. Menurut Jumain, tingkat keberhasilan start - up yang dibina Kemenristekdikti su - dah cukup bagus. Sebagai gambaran, PPBT yang dibantu ada 142 yang terbilang sukses, CPPBT 30, dan start - up TIK ada 39 yang dinilai mapan. Un - tuk pembinaan 923 start - up yang telah dibina dana bantuan yang diberikan antara Rp250 juta hingga Rp500 juta per satu start - up.

Dana pembinaan itu diberikan bukan bersifat sebagai modal usaha, tetapi sebagai sti mulan terutama untuk pengembangan teknologi yang dipakai sebagai modal bisnis mereka. “Bagi perusahaan yang gagal, kita akan bina lagi selama 2-4 tahun karena mereka punya potensi,” katanya. Sementara itu, pengembangan kewirausahaan terus bergema di sudut kampus. Uni versitas Tarumanagara (Un tar) kembali menggelar Enterpreneur Week yang di - khususkan untuk para ma hasiswa untuk berani membuka stan usahanya di Mall Pluit Village kemarin. Tercatat ada 15 stan yang dibuka oleh ma ha - siswa jurusan manajemen dan desain komunikasi visual.

Wakil Rektor Untar Gatot P Sumarto mengatakan, acara ini memang untuk merang sang mahasiswa menjadi krea tif dan inovatif. Dia men je laskan, kreatif berarti bisa membuat produk yang cepat diserap pasar dan inovatif me la lui promosi dengan meng gu nakan fasilitas teknologi media sosial. Gatot menjelaskan, ma hasiswa harus dilatih ke wi rausahaan sejak dini. Di kampusnya pada semester per tama diberikan pelajaran ke wira usahaan dan berlanjut hingga semester lima men dapat pelajaran membuat business plan yang direa li sasi kan mel lui pameran di mal.

Neneng zubaidah









Berita Lainnya...