Edisi 08-11-2018
RI Minta Dunia Ikut Putus Aliran Dana Terorisme


BANGKOK –Terorisme merupakan kejahatan lintas ne gara. Apalagi dalam beberapa kasus terorisme, para pelaku se ngaja melakukan teror di suatu negara. Karena itu, MenkoPolhukam Wiranto meminta adanya sinergitas antar negara dalam menanggulangi terorisme.

Salah satunya dengan ikut me mutus aliran penda naan terorisme. “Dalam hal pencegahan kasus terorisme, maka diperlukan sinergi antarnegara untuk memu tus aliran dana dalam pen - danaan terorisme. Jadi, kita waspadai betul, bukan ha nya aksi fisiknya bagaimana, atau katakanlah bukan hanya kita waspadai pendekatan in telijen mengenai paham yang me ra - cuni para penindak te ro risme itu, tapi dananya juga ha rus kita tahu,” ungkap Wiranto pada aca ra The 4th Annual Counter- Terrorism Financing Summit 2018 di Royal Orchid Sheraton Hotel, Bangkok, kemarin.

Menurut Wiranto an cam - an terhadap suatu negara telah berubah. Jika dahulu ancaman terbesar suatu negara adalah invasi, kini negara dihadapkan pada ancaman bersifat mul ti - dimensional, seperti narkotika, illegal fishing , perdagangan manusia, hingga terorisme. Karena itu, katanya, dalam pertemuan itu penting diba - has langkah-langkah meng hadapi terorisme, terutama me - motong jalur pembiayaannya. “Kita terus mengajak semua ne - gara bersama-sama menanggulangi terorisme untuk saling bekerja sama yang erat dan saling memahami kepentingan masing-masing,” ujarnya. Wiranto juga me ng ung - kap kan Indonesia belum bisa lepas dari ancaman terorisme.

Dia mencontohkan aksi teror di Surabaya pada Mei 2018. “Serangan teroris pada bulan Mei kemarin di Surabaya dan Jakarta itu, kembali mengingat kan bahwa Indonesia belum bisa lepas dari ancaman terorisme tersebut,” katanya. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan, ada perubahan modus operandi dan beberapa contoh kasus penanganan aliran dana te roris yang ditangani Indonesia. “Misalnya, pada kasus Bom Bali I, Teror Thamrin Jakarta, dan terkini, yakni Teror Bom Gereja Surabaya,” ungkap Tito. Menurut dia, diperlukan peran financial intelligence unit di berbagai negara untuk memu tus aliran dana dan logistik bagi para kelompok teror.

Binti mufarida


Berita Lainnya...