Edisi 08-11-2018
Ribuan Tenaga Kerja Kontrak Kota Bekasi Belum Digaji


BEKASI –Ribuan tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemkot Bekasi belum menerima gaji selama satu bulan (Oktober).

Bukan hanya pegawai kontrak, tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau tunjangan pegawai negeri sipil (PNS) juga telat di berikan, padahal besarannya sudah dipotong 40% oleh pemerintah daerah. “Ja ngan kan gaji bulan Oktober, penandatanganan berkas gaji saja belum kita tanda tangani. Seharusnya berkas sudah kita teken akhir Oktober lalu,” kata AG, 28, pegawai kontrak di Kota Bekasi, kemarin. Dia terpaksa menggunakan uang tabungan sebesar Rp5 juta untuk menutupi kebutuhan keluarga bulan ini. Seharusnya gaji Oktober sudah diterima pegawai kontrak pada 1-3 N o vem - ber ini. Dia tidak tahu sampai kapan gajinya dibayarkan oleh pemerintah daerah. AG dan rekan-rekannya juga tidak mendapat informasi lebih lanjut dari Pemkot Bekasi.

Na mun dari informasi yang ber kem bang, pemicu keterlam bat an pembayaran gaji TKK dan tunjangan PNS karena adanya defisit anggaran sebesar Rp900 miliar. Pemkot Bekasi kemu dian membentuk tim di 56 ke lurahan untuk menagih pajak bu mi dan ba ngun - an (PBB) ma syarakat guna menutupi ke ku ra ngan anggaran tersebut. Pegawai lainnya, TD, 35, me - ng aku bingung belum mene ri ma gaji hingga hari ini (kema rin). “Kalau tidak digaji sampai akhir Desember, ya saya enggak tahu pa kai uang dari mana un tuk me nu tupi kebutuhan hi dup,” ujarnya. Bahkan, WH, 26, pegawai kon trak lainnya, mengaku sampai menjual cincin emas ibu mer tuanya seharga Rp1,2 juta un tuk keperluan sehari-hari.

Dia terpaksa melakukan itu ka re na ketiadaan uang tabungan. Biasanya keterlambatan pem b ayaran gaji rutin dialami TKK pada awal tahun karena menunggu pengesahan APBD Kota Bekasi. “Gaji kami dari APBD beda dengan PNS yang gaji nya dari APBN. Untuk tun jangan PNS memang diambil da ri APBD. Kalau mereka eng gak dapat tun ja - ngan, kami lebih parah enggak terima gaji,” kata TD. Kepala Badan Pengelola Ke - uangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi Sopandi Bu diman mengatakan, pem be - ri an gaji TKK dan tunjangan PNS masih dalam tahap proses pencairan. Dia berharap bulan ini hak-hak pegawai sudah bisa dibayarkan. Saat ini jumlah pegawai kon trak di lingkungan Pemkot Bekasi mencapai 11.388 orang.

Pe gawai paling banyak berada di Dinas Pendidikan dengan 2.297 orang, disusul Dinas Pemadam Keba kar an 970 pega - wai, Dinas Perhu bungan 603 orang, dan si sa nya tersebar di dinas/instansi lain. Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro meng kritisi banyaknya jumlah TKK di lingkungan Pemkot Be - kasi. Tingginya jumlah TKK ber - implikasi pada postur keuangan daerah karena gaji mereka ber - asal dari APBD. Apalagi, ke bu - tuhan untuk membayar gaji TKK mencapai Rp50 miliar-60 mi liar tahun ini.

“Seharusnya pemerintah dae rah menganalisa terlebih du lu supaya mendapat gam baran berapa banyak TKK yang di - bu tuhkan sehingga dise suaikan di masing-masing dinas dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya. Dia menambahkan, dampak lang sung keterlambatan pem - bayaran gaji TKK adalah pega - wai yang setiap hari mengabdi di lingkungan Pemkot Bekasi.

Abdullah m surjaya





Berita Lainnya...