Edisi 08-11-2018
Ujung Sayap Lion Air Sobek Seusai Senggol Tiang


BENGKULU - Insiden kembali menimpa salah satu pesawat milik maskapai Lion Air. Kemarin petang lekukan di ujung sayap (wing tip) sebelah kiri pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT-633 rute Bengkulu (BKS)-Jakarta (CNG) sobek setelah menyenggol tiang koordinat bandara di depan gerbang VIP Room Bandara Fatmawati, Bengkulu.

Insiden terjadi saat pesawat tersebut sedang bersiap menuju landas hubung (taxiway ), sekitar pukul 18.20 WIB. Saat ingin keluar dari parkiran 3, terdapat salah satu pesawat yang sedang terparkir, tepatnya di depan gerbang VIP room. Di lokasi itu tersebut terdapat tiang titik koordinat sehingga saat melintasi areal tersebut dan belok ke kanan, bagian sa yap JT-633 langsung menyeng gol tiang titik koordinat ter sebut. Akibatnya tiang titik koor dinat roboh, sedangkan wing tip Lion Air JT-633 sebelah kiri mengalami robek dengan ukuran cukup besar. Pascakejadian, seluruh pe numpang yang berjumlah 143 orang diturunkan dari pesawat menuju ke ruang tunggu bandara.

Pesawat dengan tujuh kru itu kemudian diparkir di landasan parkir bandara. Penumpang JT-633 ren ca na - nya akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat lain yang didatangkan dari Jakarta. “Tadi pesawat sudah mulai bergerak, tiba-tiba terdengar bunyi benturan,” kata Riki, salah satu penumpang. Sementara itu manajemen Lion Air menyatakan telah mengirimkan tim guna pe me - riksaan terhadap pesawat tersebut. “Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada se - luruh penumpang atas ketida knyamanan yang timbul,” kata Corporate Communications Stra tegic Lion Air Danang Mandala Prihantoro tadi malam. Kepala Kantor Otoritas Ban - dar Udara (OBU) Wilayah VI Kementerian Perhubungan (Ke menhub) Agoes Soebagio membenarkan insiden sayap kiri Lion Air menabrak tiang koordinat bandara.

“Namun ke - jadian ini tidak menyebabkan bandara di-close karena pesawat masih berada appron sehingga bisa dipinggirkan dan penerbangan di Bandara Fatmawati masih normal,” kata Agoes. Pihaknya langsung me nurun kan inspektur kelayakan udara bersama dengan Tim Bandara UPBU Fatmawati untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut. “Langkahlangkah penanganan tersebut segera kita dilakukan agar tidak terjadi penumpukan pe numpang sehingga membuat masyarakat menjadi kecewa. Dalam hal ini kami tetap mem prio ritaskan keselamatan dan pe layanan,” katanya. Mengenai penyebab terjadinya insiden, dia mengaku masih menunggu hasil investigasi.

Pencarian JT-610 Diperpanjang Tiga Hari

Badan SAR Nasional (Basarnas) memutuskan masa pen carian korban dan serpihan pesawat Lion Air JT-610 diper - panjang selama tiga hari. Perpanjangan itu hanya khusus un - tuk tim internal dari Basarnas. “Mengingat tren penemuan korban ini semakin menurun, saya ingatkan lagi operasi per - panjangan ini khusus untuk Basarnas,” ungkap Kepala Ba sar nas Marsekal Madya Mu ham mad Syaugi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, kemarin. Operasi pencarian selama tiga hari ke depan tidak ada yang berubah, yakni Basarnas tetap akan menyediakan posko di Pelabuhan Tanjung Priok untuk menampung penemuan.

Terpisah, RS Polri Kramat Jati telah menerima 137 kan tong jenazah yang terdiri atas be be - rapa bagian tubuh. Dari jumlah tersebut, sudah 14 je nazah kor - ban yang te r iden ti fikasi dan telah dibawa pihak keluarga. Kepala Lab Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan, dari da - ta yang telah diterima, ada 255 pelapor dengan perincian dari RS Polri 212 pelapor dan data antemortem Provinsi Bangka Belitung ada 43 pelapor dengan jumlah data antemortem yang dikoordinasi 189 data. “Se-banyak 32 kantong sedang kita lakukan pemeriksaan semoga hasilnya ada yang bisa ter identifikasi. Hari ini (kemarin) yang teridentifikasi 14 individu yang terdiri dari 3 perempuan dan 11 laki-laki,” katanya.

Dia menambahkan, kesuli t an yang dihadapi adalah jena zah yang da - tang tidak dalam satu kali. Ada beberapa jenazah yang terpisah tidak dalam satu kantong sehingga perlu ber ulang kali dilakukan pen co cok an DNA . Sementara itu Ketua Komite Na sional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerdjanto Tjah jono menyatakan pihak nya bakal merencanakan re konstruksi penerbangan dan melihat dari dampak yang tim bul akibat kerusakan angle of attack (AOA) indikator sensor di simulator engineering pada fa silitas Boeing, Seatle, Amerika Serikat.

Berdasarkan data FDR yang didapat KNKT, diketahui ada kerusakan penunjuk ke ce patan (air speed indicator ) pada empat penerbangan terakhir JT-610, termasuk pada pener bangan rute Bali-Jakarta AOA sebelah kiri berbeda dari yang kanan.

Helmi syarif/ sunu hastoro/ okezone












Berita Lainnya...