Edisi 08-11-2018
TKN Jokowi-KMA Genjot Suara di Sumatera


JAKARTA –Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma’ruf Amin (KMA) akan mengoptimalkan enam bulan waktu kampanye dengan lebih banyak turun ke bawah.

Ini diperlukan untuk me ning kat kan elektabilitas, terutama di daerah-daerah yang elekta bi litas rendah seperti di Sumatera. Mengacu hasil sejumlah survei, wilayah Sumatera masih men jadi pekerjaan rumah (PR) yang harus mendapatkan perhatian khusus dari TKN Jokowi-KMA. Seperti hasil survei Alvara Research Center, meski hampir di semua wilayah pas ang an Jokowi-KMA unggul, di wi layah Sumatera justru tertinggal dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang memperoleh 44,6% suara, sedangkan Jokowi-KMA hanya 40%. Sisanya yang belum memu tus kan sebanyak 15,4%. Pada hal, seperti dikatakan CEO Al vara Research Center Hasanuddin Ali, suara pemilih di wilayah Sumatera akan sangat menentukan siapa yang ba kal menjadi pemenangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Selain pemilih di Jawa yang memang paling dominan.

Sebelumnya, hasil survei yang dirilis LSI Denny JA, dari se puluh provinsi besar di Indonesia yang disurvei, pasangan Prabowo-Sandi hanya unggul di Riau saja, sementara di sem bilan provinsi lainnya yakni Ja wa Timur, Jawa Tengah, Suma tera Utara, Sulawesi Selatan, Lam - pung, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Sumatera Se lat an, koalisi parpol pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf yang unggul. Sekretaris TKN Jokowi- KMA Hasto Kristiyanto mengatakan, sisa waktu enam bulan ke depan merupakan waktu yang cukup untuk meningkatkan elektabilitas pasangan caprescawapres yang diusung koalisi sembilan partai politik ter se - but, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, Hanura, NasDem, Perindo, PSI, dan PKPI.

“Kalau kita lihat ini kan ma - sih enam bulan, waktu yang cu - kup untuk menata orga ni sasi. Secara overall Pak Jokowi kan elektabilitasnya tertinggi seki - tar 53%, bahkan ada yang me - ngatakan 60%. Buat kami yang penting kerja ke bawah,” ujar Hasto seusai bertemu delegasi pemimpin sejumlah lembaga dari Singapura di Kantor DPP PDIP, Jakarta, kemarin. Sementara itu, KH Ma’ruf Amin menanggapi keunggulan suara pasangan Jokowi-KMA di wilayah Jawa Barat yang pada Pilpres 2014 lalu dimenangkan pasangan Prabowo-Hatta. Kiai Ma’ruf menuturkan unggulnya suara di Jawa Barat karena kerja keras dari Jokowi selama ini sehingga memicu bertambahnya suara dukungan kepada Jo ko wi.

“Ada kemaslahatan dan kemanfaatan yang dirasakan. Ya, ke mudian berkat dukungan pa ra ulama. Kemudian, dan berkat komunikasi kita,” ujar Kiai Ma’ruf di kediamannya, Jalan Situ bon do, Jakarta Pusat, kemarin. Selain itu, lanjut Ma’ruf, bentuk komunikasi yang santun terhadap masyarakat, juga menjadi salah satu faktor suara rakyat Jawa Barat beralih mendukung pasangan nomor urut 01 tersebut. “Kita kan k omu nikasinya dengan cara yang santun, dengan cara menyapa, de - ngan cara mengajak. Tidak dengan cara-cara yang kasar, memaki. Jadi itu mungkin yang men jadi mereka simpati kita itu,” ungkapnya.

Abdul rochim










Berita Lainnya...