Edisi 08-11-2018
Gesits Dipasarkan Mulai Tahun Depan


JAKARTA – Sepeda motor listrik Garansindo Electric Scooter ITS (Gesits) tahun depan siap dipasarkan. Saat ini kendaraan yang ramah lingkungan produksi PT Garasindo Teknologi Indo (GTI) ini telah dipesan sebanyak 30.000 unit.

Pengembang motor listrik ini sudah membuka pre-order meskipun harganya sampai saat ini belum dipublikasikan. “Dari sisi pasar kita sudah ada pre-order sampai 30.000. Ini belum publish harga kan. Tapi, kita mengharap bahwa harga pasar bisa di bawah kompetitor yang sekelas motor konven sional. Kita kan motor listrik pertama,” kata Direktur PT Ga rasindo Teknologi Indo (GTI) Zaki Nahdi Saleh sesuai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Negara, Jakarta, kemarin. Zaki mengatakan, kom po - nen yang memakan biaya besar adalah baterai untuk motor listrik yang harganya saat ini masih cukup mahal. Namun, dia mengaku optimistis harga jual Gesits bisa ditekan karena baterai akan diproduksi oleh Pertamina.

“Harga baterai hari ini masih mahal. Bisa 35% harga itu baterai, bahkan sampai 50% kadang-kadang. Jadi bisa mahal harga motor listrik. Lebih dari Rp50 juta. Kalau dari kita, in - dustrinya kurang lebih Rp20 juta. Harga pasar kurang lebih Rp22-23 juta,” tuturnya. Dia mengatakan, dalam peng isian baterai akan lebih mudah karena pengguna tidak perlu menunggu lama. Jika ba - terai motor listrik akan habis, langsung dibawa ke SPBU untuk menukar dengan sudah diisi penuh. Cara kerja ini seperti pem belian tabung gas baru, yakni menukar dengan tabung yang sudah kosong.

“Jadi mau habis pergi ke SPBU langsung ada swap station. Ada bayar pakai HP yang di dalam itu. Nanti ada aplikasinya seperti ini. Tidak pakai cash. Masuk kasih yang lama, ambil yang baru, jalan. Jadi tidak ada cerita nunggu tiga jam ataupun lima jam,” ungkapnya. Saat ini Pertamina terus menyiapkannya di SPBU. Dia bahkan mengatakan sudah ada 10 SPBU di Jakarta. Setelah Jakarta rencananya akan ada juga di kota besar lainnya seperti Surabaya dan Bali. Motor listrik Gesits akan diproduksi oleh PT Wijaya Manufakturing (WIMA) yakni sebuah perusahaan baru patung an antara PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) dengan PT GTI. Ren cananya motor itu akan di produksi sebanyak 60.000 dalam waktu satu tahun.

“Nanti di produksi di pabrik Wika di Cileungsi. Sebanyak 5.000 per bulan,” katanya. Presiden Jokowi sempat men coba sepeda motor listrik Gesits di sekitar halaman Istana Negara. Jokowi pun mengaku cukup puas dengan hasil karya anak bangsa itu. “Sepeda motor listrik, kecepatan sudah diuji coba Jakarta ke Bali tidak ada masalah. Tadi saya coba, suaranya tidak greng, greng, greng. Jadi agak bingung menyesuaikan tidak ada knalpotnya, tidak ada suara grengnya. Halus sekali dan sangat ramah lingkungan,” ung kapnya.Menurutnya, jika sepeda motor listrik Gesits meluncur ke pasaran, konsumen akan memiliki lebih banyak pilihan.

Dia juga yakin harga yang ditawarkan cukup kompetitif dan memiliki keunggulan ter sen - diri dibanding sepeda motor kon vensional sehingga pre siden optimistis sepeda motor lis - trik ini akan diterima oleh pasar. “Brand dan prinsipal Indonesia bisa mendahului pertama di pasaran. Ini sangat bagus. Tadi saya sudah diberi tahu harganya kompetitif,” ujarnya. Jokowi mengatakan, Gesits ditenagai oleh baterai litium ion dan dapat menempuh jarak sejauh kurang lebih 70 km untuk satu kali pengisian baterai. Sedangkan lama pengisian baterai kurang lebih tiga jam. “Saya ke - marin lihat di pameran motor delapan jam (pengisian). Ini saya kaget bisa tiga jam untuk 70 kilometer,” ucapnya.

Pemerintah akan terus men - dorong pengembangan produk-produk automotif dalam negeri. Satu di antaranya akan memberikan bantuan bagi percepatan uji coba, uji kelaikan, dan perizinan yang dibu tuh - kan. “Ini nanti kalau sudah diproduksi, saya jadi pembeli pert ama,” ujarnya. Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Tumiyana menga takan, investasi tahap pertama sebesar Rp180 miliar. Dia me - ngatakan akan fokus pada pasar dalam negeri terlebih dahulu. “Kita enggak ngomong ekspor dulu. Pasar dalam negeri. Kalau kita ngomong jumlah pen duduk nomor empat di dunia. Jadi pasti kalau ngomong ke butuhan, penduduk kita 261 juta. Pemakai kendaraan bermotor 70% dari total sehingga market masih top di sini,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kon trol Otomotif (PUI SKO) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Muham mad Nur Yuniarto me nutur kan, kehadiran Gesits di harapkan bisa membuka ruang baru bagi kendaraan ramah ling kungan di Indonesia. Se bagai negara maju, Indonesia tentu sudah siap untuk melakukan perubahan itu. Menggunakan mesin axial BLDC 5 kW, Gesits mengonsum si 1 kWh untuk 6 km dan mampu melaju hingga 100 km setelah pengecasan penuh. Semua pe nge ndara bisa me - man faatkan nya dengan tujuan yang cukup jauh.

“Tentu bisa lebih hemat dan tak merusak lingkungan,” katanya Cara penggunaan juga cukup mu dah. Bahkan, bisa meng hemat banyak waktu de ngan durasi pengecasan yang tak terlalu lama. “Kalau memakai lis trik rumah biasa mem bu tuh kan waktu 1,5 hing ga 2 jam," ucap nya.

Dita angga/ aan haryono

Berita Lainnya...