Edisi 08-11-2018
Bima Arya Instruksikan SKPD Siaga Ancaman Bencana


BOGOR - Pemkot Bogor mengumpulkan para ahli dari Pusat Studi Bencana Institut Pertanian Bogor (IPB), BMKG, dan Badan Vulkanologi Kementerian ESDM untuk membahas potensi ancaman bencana di Bogor.

Hal itu merupakan upaya antisipasi menyusul peristiwa gempa Palu dan Lombok be berapa waktu lalu. Apalagi, be lakangan ini beredar isu bahwa Gunung Salak kembali aktif sehingga memengaruhi d ina mika kehidupan masyarakat. “Selain itu, saya juga se ngaja dalam kesempatan ini mengumpul para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), lurah, dan camat, sehingga diharapkan mulai tercipta kepedulian bersama dalam mempersiapkan Bogor yang tangguh bencana,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Su - giarto kemarin. Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Studi Bencana IPB Yonvitner menyampaikan ada beberapa poin penting yang disampaikan terkait po tensi dan penanggulangan ben cana ke depan di Bogor ini.

Baik memperdalam kajian ten tang p otensi terbesar maupun bencana paling sering terjadi seperti banjir, angin, dan long sor. “Selanjutnya tetap mera n - cang sebuah skenario besar dalam antisipasi bencana dari Gunung Salak yang potensial berisiko. Namun, hal lainnya yang perlu didorong adalah menjadikan Kota Bogor se ba - gai platform dunia sebagai ko ta yang berkontribusi dalam penjaga iklim global dengan keberadaan Kebun Raya Bogor,” ujarnya. Menurut dia, potensi bencana rutin yang terjadi setiap tahun di Bogor adalah angin kencang, longsor, dan per geseran tanah. “Untuk itu, perlu sebuah skema adaptasi yang memadai dalam kebencanaan ini,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, BMKG juga sering menyam pai - kan Bogor termasuk ka wasan yang kondisi iklimnya sulit diprediksi. “Paling banyak terjadi peningkatan curah hu - jan secara tiba-tiba dan sering terjadi penurunan air juga secara tiba-tiba,” ungkapnya. Kondisi ini juga, me nu rut - nya sangat erat kaitan nya dengan keberadaan Kebun Raya Bogor yang berfungsi se bagai pengendali iklim. “Ter kait Gunung Salak, Badan Vul kanologi Kementerian Energi dan Sum - ber Daya Mineral (ESDM), se cara umum kondisi Gunung Salak masih dalam keadaan normal, be lum ter li hat adanya peningkat an akti vi tas.

“Namun segala sesuatu tetap harus diwaspadai agar kita tetap dalam kondisi siaga. Selanjutnya, perlu upaya mem - perkuat kelengkapan da ta Badan Penanggulangan Ben - cana Daerah (BPBD) agar da pat bertindak cepat dan aktif da - lam penanggulangan ben ca - na,” jelasnya. Sebelumnya, Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dekat bantaran sungai dan dataran tinggi, khususnya lereng-lereng bukit agar waspada saat me ma - suki musim penghujan ini. “Kami imbau masyarakat untuk tetap siap siaga dalam menghadapi peralihan musim atau pancaroba ini karena berpotensi terjadinya hujan ekstrem, yakni hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah mem per siapkan seluruh jajaran per sonelnya untuk siaga di be berapa titik yang memang sudah ter pe ta kan rawan bencana longsor dan banjir. “Kami saat ini sudah dalam keadaan siap siaga bencana karena cuaca ekstrem s eb agaimana prediksi Stasiun Kli matologi BMKG Bogor akan terus terjadi hingga tiga bulan ke depan,” jelasnya.

Haryudi


Berita Lainnya...