Edisi 08-11-2018
Bupati Neneng Kembalikan Rp3 Miliar


JAKARTA – Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hasanah Yasin kemarin mengem balikan uang Rp3 miliar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Neneng Hasanah, Ke pala Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi juga mengem bali kan uang 90.000 dolar Singapura. Neneng Hasanah Yasin dan Neneng Rahmi merupakan tersangka penerima suap da lam kasus dugaan suap peng urusan sejumlah izin proyek pembangunan Meikarta milik Lippo Group di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan total luas lokasi proyek 774 hektare. Juru Bicara KPK Febri Diansyah membenarkan Neneng Hasanah Yasin dan Neneng Rahmi telah mengembalikan uang hasil suap dari tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro dkk. Pengembalian masing-masing dalam jumlah berbeda. Hasa nah telah mengembalikan Rp3 miliar.

Sebelumnya total uang yang diserahkan Billy dkk se besar Rp7 miliar dari commit ment fee Rp13 miliar. “Jumlah Rp3 miliar itu merupakan sebagian dari yang diakui pernah diterima yang bersangkutan (Hasanah) ter kait perizinan proyek Mei karta. Yang bersangkutan meng aku secara bertahap akan melaku - kan pengembalian berikut nya,” ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin. Adapun pengembalian dari Neneng Rahmi sebesar 90.000 dolar Singapura merupakan uang yang diterimanya sebelum terjadi operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Febrimengung kap kan, uang tersebut sudah disita penyidik dan akan dijadikan sebagai barang bukti da lam kasus ini.

“Kami hargai sikap koperatif kedua ter sangka terse but,” ujarnya. Febri melanjutkan, kema rin penyidik memeriksa Neneng Hasanah sebagai saksi untuk tersangka Kepala Dinas PUPR Pemerintah Kabupaten (Pem - kab) Bekasi Jamaludin, se dangkan Jamaludin diperiksa untuk Neneng Hasanah. Selain itu penyidik juga memeriksa Kabid Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Pem kab Bekasi Kuswaya sebagai saksi untuk tersangka Billy Sindoro. “Saat pemeriksaan tadi dilaku - kan pengambilan contoh suara untuk Neneng Hasanah, Bupati Bekasi,” ungkapnya. Dalam proses penyidikan kasus ini, penyidik sudah memeriksa lebih 40 saksi dan para tersangka.

Keterangan para saksi dan tersangka, menurut Febri, terusmenguatkanbah waduga an suap yang diberikan sangat berhubungan erat dengan kepen ting – an perizinan Meikarta sebagai proyek Lippo Group dan kepentingan Lippo Group secara korporasi. “Kami juga mengingatkan pihak-pihak dari Lippo atau pun pemkab agar bersikap ko peratif dalam proses peme riksa an yang masih berlangsung ini dan tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya. Sikap kope - ratif tersebut akan lebih mem - bantu dan me ri ngan kan baik bagi perse orangan ataupun korporasi,” ujarnya. Sebelumnya Neneng Hasa - nah Yasin mengakui pernah bertemu dengan pemilik dan CEO Lippo Group dan mem - bahas proyek Meikarta.

Selain itu Neneng Hasanah mengakui telah menerima uang dari tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro melalui tersangka perantara pemberi. Neneng Hasanah berjanji koperatif dengan KPK dan mengembalikan uang.

Sabir laluhu









Berita Lainnya...