Edisi 08-11-2018
BTN Bidik Kredit Baru Rp1 Triliun


JAKARTA –PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membidik penyaluran kredit baru sebesar Rp1 triliun dari hasil kerja sama dengan PT Blue Bird Tbk.

Dalam kerja sama ini BTN akan memberikan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), baik subsidi maupun nonsubsidi bagi para karyawan serta pengemudi Blue Bird .

Komitmen kedua belah pihak untuk bersinergi memberikan fasilitas pembiayaan perumahan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani Direktur Utama PT Blue Bird Tbk Purnomo Prawiro dan Direktur Utama BTN Maryono di Kantor Pusat Blue Bird Group, Jakarta, kemarin.

Setelah penandatanganan PKS, dilakukan acara akad kredit missal. Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, kerja sama dengan Blue Bird merupakan bentuk komitmen BTN dalam menyukseskan Program Satu Juta Rumah, terutama lewat fasilitas KPR Subsidi yang menyentuh segmen masyarakat berpenghasilan rendah.

Potensi kredit baru yang bisa diraih dari kerja sama ini sebesar Rp1 triliun. “Kami sudah membangun banyak kemitraan dengan perusahaan yang memayungi para pekerja yang berhak mendapatkan KPR Subsidi.

Menurut kami, Bluebird sangat potensial karena merupakan salah satu perusahaan yang memiliki banyak karyawan sesuai dengan persyaratan KPR Subsidi,” kata Maryono. Menurut Maryono, sebagai tahap awal, fasilitas KPR tersebut terbuka bagi para pengemudi dan karyawan Blue Bird di area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabo de ta - bek).

Potensi yang dibidik BTN kurang lebih 27.000 karyawan maupun pengemudi Blue Bird adalah sekitar 7.000 orang di area Jabodetabek. Jika tahap awal sukses, BTN dan Blue Bird berencana membuka pendaftaran fasilitas KPR BTN subsidi maupun nonsubsidi bagi seluruh karyawan mau pun pengemudi di seluruh wilayah Indonesia.

“Potensi KPR Sub sidi dan Nonsubsidi yang bisa mengalir dari kerja sama ini sekitar Rp1 triliun,” kata Maryono. Sementara itu, Direktur Utama Blue Bird Purnomo Pra wiro menjelaskan, program pengadaan perumahan yang dilaksanakan ini tidak terlepas dari upaya Blue Bird untuk terus meningkatkan kesejahteraan para pengemudi dan karyawan.

Dengan adanya fasilitas KPR ini diharapkan mereka bisa lebih tenang dalam menjalankan tu gas dan pekerjaannya. “Kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan BTN sebagai salah satu bank terdepan dan terpercaya di industri perbankan Indonesia dalam mem fasilitasi sektor perumahan dan jasa layanan keuangan keluarga,” kata Purnomo.

Menurut dia, dengan kerja sama ini, Blue Bird dan BTN berupaya memudahkan proses persetujuan kredit dan mempercepat proses pengajuan KPR karena dilakukan melalui kelembagaan secara kolektif.

Dalam kerja sama ini, BTN memberikan fasilitas KPR Subsidi dengan plafon kredit senilai harga rumah subsidi berkisar Rp120 juta hingga Rp148,5 juta. Adapun uang muka atau down payment (DP) dimulai dari 1% dari harga jual yang ditawarkan atau sekitar Rp1 juta.

Untuk tahap awal melalui pro gram ini, para pengemudi dan karyawan Blue Bird dapat membeli rumah yang berlokasi di wilayah Parung dan Bogor. “Khusus para pengemudi Blue Bird, ada skema khusus yang di tawarkan BTN dalam program ini, yaitu dengan skema cicilan yang di potong dari uang komisi harian dan bonus atau sekitar Rp900.000- an per bulan,” kata Purnomo.

Untuk mendapatkan kemudah an mengakses KPR Sub sidi, pengemudi dan karya wan Blue Bird berusia mulai dari 21 tahun dan telah bekerja sebagai pegawai Blue Bird minimal 1 tahun.

Selain itu, BTN menetapkan aturan umum bagi pemohon KPR Subsidi diantaranya berpenghasilan Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun, belum memiliki ru mah dan belum pernah menerima subsidi dari peme rin tah, ter daftar di Dukcapil, dan lainnya.

Salah satu keunggulan dari program KPR Subsidi BTN adalah suku bunga yang rendah dan ci cil an ringan serta fixed rate sebesar 5% sepanjang waktu kre dit. Sementara untuk KPR Non subsidi, suku bunga kredit yang di tawarkan adalah sebesar 8,25% (fixed) untuk 2 atau 3 tahun dengan uang muka mulai dari 5%.

Ada pun KPR jenis ini berlaku untuk karyawan Blue Bird yang memiliki pendapatan tetap dan berusia mulai dari 21 tahun dengan status karyawan tetap dan telah bekerja minimal 1 tahun.

rakhmat baihaqi