Edisi 08-11-2018
Transaksi Ekonomi Digital Diprediksi Capai USD130 Miliar pada 2020


NUSA DUA –Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memprediksi transaksi ekonomi digital di Indonesia pada 2020 mencapai USD130 miliar.

Hal ini karena Indonesia merupakan rumah bagi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. “Nilainya mewakili 12% dari produk domestik bruto (PDB) yang menjadikan Indonesia rumah bagi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, melebihi negara-negara lain di kawasan ini,” ujar Rudiantara sa at memberikan pemaparan pa da Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia atau World Conference Creative Economy (WCCE) di Nusa Dua, Bali, kemarin.

Rudiantara mengatakan, Asia akan menjadi penggerak utama budaya kreativitas dan inovasi ini, khususnya inovasi digital, dengan kebangkitan ekonomi kreatif dan digital, seperti di China, India, dan Indonesia.

“Saya mengulangi, Indonesia sebagai ekonomi digital dan kreatif terbesar di Asia Tenggara, hanya di belakang China, India, dan Jepang,” ungkapnya. Menurut Rudiantara, ini merupakan kabar baik karena nilai investasi Indonesia akan meningkat.

Selain itu, iklim investasi serta ekonomi di gitalnya berkembang pesat men jadi sangat menarik bagi perusahaan rintisan untuk masuk. Dia memaparkan ekonomi digital global tumbuh dengan sangat cepat.

Hampir dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2016 yang tumbuh 2,5 kali lebih cepat daripada PDB global selama periode ini. Dengan asumsi tingkat pertumbuhan saat ini, investasi digital selama 10 tahun ke depan, diperkirakan mencapai USD23 triliun secara global pada 2025 atau 24,3% dari PDB global.

Menkominfo menjelaskan, ekonomi digital memiliki dua elemen, yakni pemikiran kreatif dan digitalisasi karena pemikiran kreatif kerap datang dari kaum milenial. “Kita tahu bahwa milenial adalah aktor yang mendorong digitalisasi atau transformasi digital, karena mereka paham teknologi dan mudah menyerap tren baru dalam teknologi,” ujarnya.

ant