Edisi 08-11-2018
Industri Berkontribusi Tinggi bagi Ekonomi


JAKARTA – Industri pengolahanmasih memberikan kontribusi besar dalam struktur produk domestik bruto (PDB) dengan porsi mencapai 19,66% pada kuartal III/2018.

Untuk itu, pemerintah memberikan prioritas terhadap pengembangan sektor industri agar terus menopang pertumbuhan ekonomi nasional. “Dalam upaya meningkatkan kinerja industri manu faktur, pemerintah telah mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi dan kemudahan perizinan usaha agar dapat menciptakan iklim bisnis di Tanah Air yang semakin kondusif,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto da lam rilisnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Menperin, pemerintah juga sudah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sekaligus dijadikan sebagai agenda nasional dan strategi Indonesia untuk kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.

“Artinya, Indonesia berkomitmen membangun industri manufaktur nasional yang berdaya saing global,” katanya. Adapun 10 program prioritas dalam Making Indonesia 4.0 yang perlu dijalankan, yaitu perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, mengakomodasi standar keberlanjutan, pemberdayaan UMKM, membangun infrastruktur digital, menarik investasi, mening katkan kualitas SDM, pembentukan ekosistem inovasi, pemberian insentif investasi teknologi, serta harmonisasi aturan dan kebijakan.

“Melalui peta jalan tersebut, Indonesia ditargetkan menjadi bagian dari 10 negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada 2030,” ungkap Airlangga. Target itu bisa tercapai karena didorong dari peningkatan kembali nett ekspor 10% pada PDB, peningkatan produk tivitas hingga dua kali lipat, dan terciptanya 10 juta lapangan kerja baru pada 2030.

Di Making Indonesia 4.0, lima sektor manufaktur dipilih untuk menjadi pionir dalam implementasi industri 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, automotif, kimia, dan elektronika. Beberapa sektor yang tengah mendapat prioritas pengembangan itu menunjukkan kinerja yang gemilang pada kuartal III/2018.

oktiani endarwati