Edisi 08-11-2018
Mandiri Bidik Pertumbuhan Uang Elektronik Naik 127%


JAKARTA – PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) menargetkan pertumbuhan bisnis uang elektronik atau e-money Bank Mandiri mencapai 127% hingga akhir 2018.

Target pertumbuhan tersebut akan dikejar seiring kerja sama dengan Tokopedia dalam menghadirkan fitur top up Mandiri e-money. VP Bank Mandiri Adi Musparno mengatakan, pada periode Januari hingga September 2018, jumlah Mandiri e-money yang telah diedarkan mencapai 16 juta kartu dengan nilai transaksi finansial atau sales value lebih dari Rp10 triliun.

Adapun dari frekuensi transaksinya telah mencapai hampir 900 juta transaksi, dengan peningkatan 150% secara year on year. “Sebanyak 95% dari total transaksi tersebut berasal dari sektor transportasi, yakni di gerbang tol, di atas Trans jakarta, dan pintu parkir,” kata Adi di Jakarta kemarin.

Sementara itu, kerja sama tersebut bertujuan agar masyarakat semakin dimudahkan dan nyaman dalam menggunakan uang elektronik berbasis chip tersebut. Dia menuturkan, sinergi ini sesuai dengan kesamaan pemahaman antara Bank Mandiri dan Tokopedia, yakni masyarakat sebagai konsumen layak mendapatkan inovasi terbaik yang memudahkan.

“Artinya, si nergi ini akan terus kami laku kan untuk dapat memberikan layanan inovatif lainnya,” imbuh Adi. Menurut dia, dengan semakin populernya tren berbelanja masyarakat via platform da ring, keberadaan fitur top up Mandiri e-money ini akan semakin memudahkan pengguna. Pasalnya, pemegang Man diri e-money akan memiliki alternatif mudah pengisian saldo, tanpa harus ber pindah platform atau mendatangi cabang Bank Mandiri.

VP of Engineering Tokopedia Herman Widjaja menambahkan, fitur ini akan memberi kan nilai tambah kepada masyarakat Indonesia, khususnya pengguna aktif Tokopedia yang saat ini berjumlah lebih dari 78 juta setiap bulannya. “Tokopedia selalu berkomitmen men cip takan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujarnya.

kunthi fahmar sandy