Edisi 08-11-2018
Sempat Tak Pede Perankan Ahok


PRESENTER yang juga aktor Daniel Mananta didaulat memerankan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam film A Man Called Ahok karya sutradara Putrama Tuta.

Bagi Daniel, keterlibatannya memerankan tokoh utama dalam film ini merupakan yang pertama kali dalam sebuah film layar lebar. Menjadi pemeran utama bukanlah perkara mudah baginya.

Apalagi, dia harus bermain dengan para aktor berpengalaman, seperti Donny Damara, Ferry Salim, Denny Sumargo, dan Chew Kin Wah. “Jujur banget, ini mungkin agak spiritual, gue sebenernya enggak PD (percaya diri) banget ketika hari pertama reading .

Gue baca skripnya dan jujur gue lihat peran ini cukup berat, berat banget,” ujar Daniel Mananta saat ditemui KORAN SINDO seusai press screening film A Man Called Ahok di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Daniel mengaku terpilih memerankan Ahok karena memiliki suara serak yang mirip mantan Gubernur DKI tersebut. Hal tersebut lantaran pada 2012 dia sempat terkena penyakit tumor jinak yang membuat suaranya serak.

Meski begitu, pria kelahiran Jakarta, 14 Agustus 1981, ini merasa bersyukur karena suara serak yang dianggap sebagai bencana yang sempat membuatnya drop mampu menjadi anugerah baginya. Dengan suaranya itu, dia mudah menirukan suara Ahok dalam film garapan sutradara Putrama Tuta itu.

“Entah kenapa warna suara gue mirip. Jujur tahun 2012 dulu gue memang pernah kena musibah tumbuh tumor jinak di pita suara yang membuat suara gue serak. Ini juga dialami penyanyi dan presenter lain, kayak Celine Dion atau Adelle.

Ternyata hal itu jadi berkat di tahun 2018 jadi pemeran utama film layar lebar karena suara gue jadi mirip Ahok,” ucap Daniel Namun, Daniel mengaku tetap harus belajar agar suaranya benar-benar mirip mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Terlebih, bahasa dan karakter Ahok bertolak belakang dengan karakternya. “Tapi saya memang tetap butuh 10 menit untuk mendalami karakter Pak Ahok, untuk bisa keluarin suara (serak) itu. Yang tersulit justru (bicara dengan) logat Belitung itu. Logat Belitung itu beda sama Malaysia.

Biarpun samasama bahasa Melayu, Melayu Malaysia dan Belitung tuh beda,” ungkap presenter berusia 37 tahun itu. Bahkan, untuk mendalami perannya, pria lulusan Universitas Edith Cowan Perth, Australia, ini pun masih menyempatkan bertemu langsung dengan kerabat Ahok dan belajar dialek Belitung serta bahasa Khek.

Bahasa itu merupakan bahasa yang digunakan keluarga Ahok dalam keseharian. Alhasil, setelah syuting dan film ini jadi, Daniel Mananta terharu melihat aktingnya di film A Man Called Ahok ini sebagai Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Drama yang diceritakan film ini luar biasa, menyentuh emosi. Saat di scene meja makan, terus flashback inget ayahnya, itu saya beneran tahan nangis ,” tutur Daniel. Selain Daniel Mananta, film A Man Called Ahok turut dibintangi Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Edward Akbar, dan Jill Gladys. Film ini akan tayang di bioskop mulai 8 November 2018.

thomasmanggalla