Edisi 08-11-2018
Bahaya Dibalik Minuman Kemasan


BERBAGAI risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti jantung dan diabetes, bisa disebabkan pola makan dan minum tinggi kalori yang mengakibatkan kegemukan (overweight dan obesity ).

Prof Ujang Sumarwan, ahli consumer behavior dari Institut Pertanian Bogor, menyatakan bahwa beragam masalah kesehatan di Indonesia di antaranya dipicu ketidakseimbangan asupan gizi. Menurut Prof Ujang, sebagai konsumen, kita dapat memilih minuman yang akan dikonsumsi sesuai kebutuhan.

“Kita cenderung minum berdasarkan rasanya yang disukai sehingga tidak memperhatikan kandungan nutrisi, terutama gula,” kata Prof Ujang dalam acara Danone Indonesia Ajak Masyarakat Indonesia Kenali Kebutuhan Nutrisi Minuman Harian.

Minuman kemasan siap saji dapat diminum dengan mengenal kandungan nutrisinya agar kita dapat menjaga jumlah kalori yang masuk untuk mengurangi risiko kegemukan. WHO menyarankan masyarakat mengurangi asupan gula hingga kurang dari 10% dari total asupan energi, baik bagi orang dewasa maupun anakanak.

Sementara itu, Dr Rimbawan, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, “Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan RI, saat memilih makanan dan minuman siap saji, konsumen dapat memperhatikan takaran saji, angka kecukupan gizi, serta kandungan nutrisinya, terutama kandungan gula, garam, dan lemak.

Masyarakat sebenarnya dapat dengan mudah menemukan informasi ini dalam boks informasi nilai gizi yang ada pada kemasan makanan dan minuman,” ujarnya. Dr Rimbawan mengatakan, apabila konsumen lebih cermat memilih minuman kemasan yang akan dikonsumsi, PTM dapat dihindari.

Sejalan dengan hal tersebut, Hydration Science Director PT Tirta Investama (Danone- AQUA) dr Tria Rosemiarti mendukung pentingnya menumbuhkan kesadaran dan perhatian masyarakat terkait asupan nutrisi tubuh yang sehat dan seimbang.

“Kami ingin mengajak masyarakat Indonesia lebih cermat dalam memperhatikan dan memahami nutrisi yang dikonsumsi setiap hari, terutama yang terkandung pada minuman kemasan, untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan memulai pola hidup yang lebih sehat,” kata dr Tria.

sri noviarni