Edisi 09-11-2018
Kebanjiran Bonus, Eko Yuli Ingin Bangun Sasana


Senyum seolah tidak pernah berhenti merekah dari bibir Eko Yuli Irawan. Betapa tidak, kemarin lifter andalan Indonesia itu menjadi bintang ke hormatan di Istana Negara atas prestasi yang diraihnya pada seri kejuaraan du nia angkat besi yang digelar di Ashgabat, Turkmenistan (3/11).

Bukan hanya mendapat undangan khusus ke Istana Merdeka, atlet ke la hir an Lam pung 24 Juli 1989 tersebut juga menda patkan banjir hadiah. Total dia men dapat kan ganjaran Rp450 juta, masing-ma sing dari Presiden Joko Widodo Rp250 juta dan Kemenpora Rp250 juga. Hadiah ini belum termasuk dari lembaga lain, seperti dari Pengurus Be sar Persatuan Angkat Besi dan Berat Se luruh Indonesia (PABBSI). Bonus tersebut tentu se makin menambah tebal tabungan Eko Yuli, karena setelah Asian Games 2018 lalu dia mendapat gan jaran sebesar Rp1,5 miliar dari pemerintah karena ber hasil meraih medali emas. Prestasi yang diraihkan Eko Yuli pada kejuaraan dunia itu me mang terbilang sangat mente reng dan patut mendapatkan apresiasi. Dalam ajang itu, Eko Yuli bertanding di nomor baru, yaitu kelas 61 kilogram.

Di babak final, dia berhasil mencatatkan angkatan clean & jerk sebesar 174 kg yang merupakan rekor dunia baru. Angkatan itu didapat pada kesempatan ketiganya setelah Eko mencatatkan 165 kg dan 170 kg. Pada angkatan snatch sebelumnya, Eko mencatatkan ang - ka 143 kg. Dengan total ang katan tersebut, Eko pun men ca tatkan diri sebagai pemecah rekor baru di kelas 61 kilogram. Dia mengalahkan dua pesaing dari China, yakni Fabin Li dan Fulin Qin, yang masing-masing mencetak total angkatan 310 ki logram dan 308 kilogram. Total dia membawa pulang tiga medali emas. Apa yang diraih Eko Yuli ini tentu sangat membanggakan bang sa ini. Apalagi peng har gaan itu di level dunia.

Sebe lumnya, Eko Yuli memang pernah mendapatkan medali emas kategori 56 kg dengan total angkatan 273 pada kejuaraan dunia yunior 2007. Namun untuk kejuaraan dunia, dia sebatas meraih medali perak dan perunggu. Pun di Olimpiade. Karena prestasi itulah kemarin Presiden Jokowi meng undang secara khusus Eko Yuli ke Istana Presiden. Eko Yuli yang tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.10 WIB didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua PB PABBSI Ro san Roeslani, dan Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Sonny Kasiran. Sementara itu, Presiden Jokowi menerima keha dirannya seorang diri. Kepada Presiden, Eko mengungkapkan rasa bangganya dapat mempersembahkan yang ter baik bagi bangsa dan negara. Apalagi, ini merupakan yang pertama baginya untuk meraih me dali emas di tingkat kejua raan dunia.

“Ini sejarah pertama juga bisa dapat medali emas bahkan bisa pecah rekor dunia. Yang pas ti senang, bangga, bisa mem berikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” ujar Eko Yuli. Dia menuturkan, prestasi yang diraihnya berkat in ten sitas latihan yang diarahkan untuk meraih prestasi terbaik di Olimpiade. Dia menyebutkan dalam satu hari ada dua sesi latihan, di mana setiap sesi dilakukan selama tiga jam. “Pelatihannya sih sama. Karena kita targetnya selalu ke Olimpiade, jadi tidak ada pen urunan intensitas pelatihan. Mau SEA Games, Asian Games, atau - pun ke yang lain, tetap fo kusnya untuk Olimpiade,” ung kapnya. Berkaitan dengan bonus yang didapatnya, Eko Yuli mengatakan akan ditabung.

Dia mempunyai keinginan untuk mendirikan sasana atau tempat latihan angkat besi. Dengan begitu, dapat menampung para remaja yang berminat pada olahraga angkat besi. “Karena ki ta sudah belasan tahun di ang kat besi, kayanya sudah tahu skillnya, sudah tahu cara me nangani atlet. Ingin menciptakan juga supaya di angkat besi, prestasinya tidak mandek. Ta kutnya setelah saya pensiun belum ada lagi. Itu yang saya takutin. Setidaknya kita bisa mencip takan juga,” katanya. Kebahagiaan sama juga dir asakan Jokowi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menga ta - kan bahwa pemerintah dan rakyat Indonesia bangga dengan prestasi yang Eko raih. Ia ber - harap atlet-atlet dari cabang olahraga lain bisa termotivasi dan ikut menorehkan prestasi seperti saat Asian Games 2018.

“Pemerintah akan terus mem berikan support, dari Ke - men pora akan terus mengikuti, tentu saja dari cabang olahraga angkat besi PABBSI akan terus mengikuti dan mengikutkan atletnya dalam kompetisi dan kejuaraan apa pun,” ujar Jokowi. Menpora Imam Nahrawi meng gariskan bahwa Presiden meminta agar Eko Yuli tidak cepat puas dengan prestasi yang diraih. Pembinaan atlet harus terus dilakukan dalam waktu jangka panjang sehingga tidak berhenti setelah mendapatkan prestasi.”Salah satu yang menjadi perhatian beliau (Presiden Jokowi) adalah bagaimana pelatnas itu tidak boleh berhenti. Harus betul-betul jangka panjang,” ucapnya.

Modal Olimpiade 2020

Medali emas ini tentu menjadi modal berharga bagi Eko Yuli menatap Olimpiade 2020, mengingat kejuaraan dunia ini adalah bagian kualifikasi me nuju ke sana. Bagi pribadi Eko Yuli, medali emas Olimpiade adalah hasrat yang terwujud, karena pada Olimpiade 2008, 2012, dan 2016 dia hanya mampu meraih perunggu dan perak. Karena itulah, setelah suk ses mempersembahkan medali emas pada Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta be be rapa waktu lalu, dia tak berhenti menjalani latihan. Dia terus intens latihan karena dia me mang menar getkan prestasi terbaik pada Olimpiade 2020 yang bakal digelar di Tokyo, Jepang.

Dia menyebut da lam satu hari ada dua sesi latihan, yang setiap sesi dilakukan se lama tiga jam. Selain intens latihan, dia juga menjaga pola makan. Eko Yuli tidak boleh makan sem ba rangan karena dia sempat ter kena tifus menjelang Asian Ga mes 2018. “Yang pasti, sa yur an harus ada. Lauknya daging ikan atau ayam pasti ada. Nasi yang enggak. Saya enggak makan nasi putih, diganti nasi merah,” tutur dia. Eko memang harus serius untuk bisa meraih impiannya. Sebelum Olimpiade, dia harus mengikuti sejumlah kejuaraan dunia. Selama 2019, nanti ter catat ada enam seri kejuaraan dunia untuk mengumpulkan poin menuju Olimpiade. Nan ti nya, atlet yang menduduki pe ringkat delapan besar bakal langsung lolos ke Olimpiade 2020.

Seusai mengikuti kejuaraan dunia di Turkmenistan, Eko Yuli mengakui dirinya minimal ha rus mengikuti empat kejuara an dunia lagi agar jalannya mulus ke pentas Olimpiade. “Saya fokus ke kejuaraan dunia karena poinnya tinggi,” ujar dia. Sebelumnya, pelatih atlet angkat besi Dirja Wihardja menuturkan bahwa kunci utama keberhasilan Eko Yuli pada kejuaraan dunia di Turkmenistan adalah kemampuannya men jaga berat badan. Dia juga me nyebut penampilan apik Eko di ke - las 62 kilogram pada Asian Games 2018 menjadi modal besar saat tampil di kejuaraan dunia.

Menurut Dirja, Eko men dapat keuntungan dengan memilih turun di kelas 61 kg pada kejuaraan dunia. “Sudah ada bekal (dari Asian Games). Eko ting gal menjaga berat badan dan kekuatan,” kata dia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (7/11).

Dita angga