Edisi 09-11-2018
DVI Kembali Identifikasi 20 Korban Lion Air


JAKARTA – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri R Said Sukanto kembali berhasil mengidentifikasi 20 korban jatuhnya pesawat Lion Air JT- 610 di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan pen cocokan data postmortem dan ante - mortem. “Sidang rekonsiliasi hari ini (kemarin), DVI berhasil mengidentifikasi 20 korban penumpang Lion Air,” ungkap Kepala RS Polri R Said Sukanto Brigjen Pol Musyafak di RS Polri R Said Sukanto, Jakarta Timur, kemarin. Musyafak menyebut bahwa sampai saat ini tim DVI telah mengidentifikasi 71 korban. Hingga 11 hari proses evakuasi ini, dari 71 korban yang teridentifikasi, yakni 52 pria dan 19 perempuan. Sementara itu, total DNA yang sudah diambil dari jenazah sebanyak 609 sampel yang bakal dicocokkan dengan antemortem terverifikasi se ba - nyak 189 sampel, sedangkan untuk data antemortem yang dilaporkan di RS Polri sebanyak 213 dan di RS Bangka Belitung (Babel) ada 43.

Dari data itu, data antemortem secara keseluruhan yang teridentifikasi mencapai 189. Angka tersebut sesuai dengan jumlah manifes penumpang pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PKLQP itu. Seluruh pihak keluarga korban sampai saat ini juga sudah melakukan tes DNA. Selan jut - nya, keluarga juga dipastikan mendapatkan pendampingan psikologis selama menunggu proses identifikasi. Setidaknya, sampai kemarin sudah ada 173 keluarga korban yang men - d apatkan konseling trauma healing. Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membuka peluang untuk memperpanjang pencarian kotak hitam atau black box yang berisi cockpit voice recorder (CVR).

Inves tigator KNKT Ardi Gunawan mengata kan, hari ke- 11 pen carian, pihak nya belum me ne mukan tanda-tanda CVR. Nanti nya KNKT akan meng - gandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melanjutkan pencarian, meng ingat tugas Basarnas hanya ting - gal dua hari lagi. “Tiga hari (per - pan jangan) kan dari Basarnas, untuk KNKT sama BPPT mungkin bisa ditam bah lagi,” kata Ardi di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, kemarin. Untuk tim penyelam, tetap akan meminta bantuan Basar nas karena KNKT dan BPPT tidak me miliki tenaga penye lam, tetapi hanya alat canggih yang dapat mendeteksi keberadaan black box CVT tersebut.

Berbeda dengan Basarnas, KNKT tidak mematok berapa lama pencarian CVR itu dilakukan. Selama masih dibutuhkan un - tuk penyelidikan dan ada kemungkinan ditemukan, pencarian tetap dilakukan. “Saat ini masih menye suaikan planning-nya Basarnas sam - pai 10 November, selanjut nya na - nti kami koordinasikan de ngan crisis center di KNKT,” ujarnya.

Helmi syarif/okezone