Edisi 09-11-2018
Enam Pejuang Jadi Pahlawan Nasional


JAKARTA – Memperingati Hari Pahlawan tahun 2018, enam tokoh mendapatkan gelar pahlawan nasional. Pemberian gelar ini langsung diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para ahli waris di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Enam putra daerah tersebut adalahtokohdariProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta (DIY) al marhum Abdurrahman Baswedan, to koh dari Sulawesi Barat almarhumah Hajjah Agung Andi Depu, tokoh dari Bangka Belitung almarhum DepatiAmir, tokohdariJawa Tengah Almar hum Kasman Si - ngo dimedjo, tokoh dari Kalimantan Selatan almarhum Pangeran Mohammad Noor, dan tokoh dari Banten almar hum Brigjen KH Syamíun. Penganugerahan ini dite tapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) RI No.123/TK/TAHUN 2018 tanggal 6 November 2018 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

“Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan telah memberikan pertimbangan pengusulan penganugerahan tersebut. Ini berpedoman pada Undang-Undang (UU) No. 20/2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” kata Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Suprayitno di Jakarta kemarin. Imam mengatakan, sebagai - mana pasal 1 angka 1 UU 20/ 2009 yang dimaksud dengan Gelar adalah penghargaan ne - gara yang diberikan presiden kepada seseorang yang telah gugur atau meninggal dunia atas perjuangan, pengabdian, darma - bakti, serta karya luar biasa ke - pada bangsa dan negara.

Terdapat syarat-syarat khu - sus untuk gelar diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan semasa hidupnya. Salah satunya adalah tokoh tersebut harus pernah memimpin dan melakukan per - juangan ber senjata/per juang - an politik/perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. “Juga tidak pernah menye rah pada musuh dalam per juangan. Dia juga harus me laku kan peng - abdian, perjuangan yang ber - langsung hampir se panjang hidu p nya dan melebihi tugas yang diembannya,” ujarnya.

Di samping itu tokoh terse - but harus pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pem - bangunan bangsa dan negara. Lalu pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa. “Harus memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi. Juga melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional,” paparnya. Misalnya saja almarhum Abdurrahman Baswedan me - rupa kan tokoh yang secara kon - sisten memperjuangkan inte - grasi keturunan Arab ke dalam bangsa Indonesia melalui dunia jurnalistik.

Lalu almarhumah Andi Depu merupakan sosok perempuan yang memiliki loyalitas tinggi dalam mem per - juangkan kemerdekaan Indo - nesia di Sulawesi. Almarhum Depati Amir merupakan tokoh yang turut berjuang melawan penjajahan Hinda-Belanda. Sementara Kasman Singo - dimedjo merupakan tokoh pe - mersatau bangsa yang terlibat dalam penyusunan UUD 1945. Pangeran Mohammad Noor me - rupakan Gubernur I Kali mantan yang telah membawa kemajuan pembangunan di Kalimantan, khususnya Kali mantan Selatan. Brigjen KH Syam’un salah satu pe juang yang ikut merebut ke - mer dekaan dan melawan pen - jajahan Belanda. Anak bungsu Abudrahman Baswedan, Samhari Baswedan, berterima kasih atas apresiasi pemerintah yang memberikan gelar pahlawan kepada untuk ayahnya.

Dia mengatakan salah satu nilai yang sering disam paikan Abdurahman Baswedan kepada anak-anaknya adalah untuk mendahulukan orang lain dibandingkan diri sendiri. “Mana yang lebih penting untuk masyarakat, itu yang nomor satu. Jadi orang baik gitu prinsipnya,” ucapnya. Dia mengatakan perjuangan ayahnya saat zaman penjajahan Belanda adalah bagaimana menyatukan keturunan Arab agar menyadari sebagai orang Indonesia. Hal ini mengingat siapa pun yang lahir dan hidup di Indonesia harus menyadari itu.

“Sejak dulu sudah menya takan orang Indonesia. Orang keturunan Arab China dan lainlain seharusnya tidak dikotakkotak lagi,” ujarnya. Cucu Abudrahman Baswedan yang juga Gubernur DKI Anies Baswedan juga menyampaikan apresiasi atas pengharga an pemerintah. Apalagi pro ses pengusulan untuk menjadi pahlawan nasional sudah dimulai tahun 2010. Hal senada juga diungkap kan putri bungsu dari Kasman Singodimedjo, Dewi Nurul Mustaqimah. “Alhamdulillah diakui usaha ayah dulu. Karena ayah memperjuangkan UUD 1945. Sebetulnya Pak Sukarno, Pak Hatta, dan ayah adalah trio yang memulai per - juang an awal,” katanya.

Dita angga