Edisi 09-11-2018
KPK Bidik Pegawai Imigrasi


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mem bidik sejumlah pegawai Imigrasi, PT Angkasa Pura I, dan PT Indonesia AirAsia dalam perkara terdakwa Lucas terkait menghalangi penyidikan suap beberapa perkara yang melibatkan Eddy Sindoro.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK telah membacakan surat dakwaan atas nama terdakwa advokat sekaligus pendiri dan Chairman kantor hukum Lucas & Partners Lucas di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Rabu (7/11). Menurut Febri, dalam dakwaan Lucas telah diuraikan secara jelas tentang perbuatan Lucas dengan sengaja merin tangi atau menghalang-halangi pe nyidik an kasus dugaan suap pengurusan beberapa perkara Lippo Group di Pengadilan Ne geri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan tersangka pemberi suap Chairman PT Paramount Enter prise International, Eddy Sindoro.

Seluruh proses perbuatan Lucas dilakukan bersama-sama dengan Dina Soraya Putranto dengan dibantu beberapa pihak. Khusus untuk mengeluarkan kembali Eddy Sindoro ke Bangkok, Thailand sesaat tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) setelah dideportasi otoritas Malaysia pada 29 September 2018, ada beberapa pihak yang membantu di ban dara. Mereka di antaranya pe gawai PT Angkasa Pura I Bandara Inter - nasional Soekarno-Hatta (Soetta) Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, Duty Executive PT Indonesia AirAsia Yulia Shinta - wati, dan pegawai Imigrasi Bandara Soetta Andi Sofyar. Mereka berhasil mengeluarkan Eddy ke Bangkok tanpa melalui pemeriksaan imigrasi. Bahkan para pihak tersebut diduga telah menerima uang disertai telepon seluler, ter - masuk Andi Sofyar menerima Rp30 juta.

“Dugaan perbuatan pihakpihak yang ada yang namanya disebut di dakwaan tentu akan kami uraikan lebih detail pada proses persidangan. Faktafaktanya akan kami lihat di persidangan untuk tindak lanjut. Pegawai Imigrasi (Andi Sofyar) sudah kami periksa di tahap penyidikan bahkan juga sudah mengembalikan uang yang diduga diterima sejumlah Rp30 juta tersebut terkait dengan perkara yang sedang berjalan saat ini,” ungkap Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin. Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemen kumh am) Theodorus Sima marta menyatakan Ditjen Imigrasi melalui Kantor Imigrasi Ban dara Soetta dan Kanim Wilayah hingga saat ini masih melakukan investi - gasi dan penyelidikan internal.

Dari hasil sementara investasi tersebut, memang ada dugaan keterlibatan Andi Sofyar yakni tanpa mengecek status pen - cegahan Eddy Sindoro. Theodorus mengatakan, pi - haknya siap memberikan data dan informasi yang diberikan KPK guna mengungkap kebe - naran peristiwa yang terjadi pada 29 Agustus 2018 itu. “Betul. Jadi hasil penye - lidik an internal kami sendiri, bahwa kedatangan ataupun keberangkatan kembali ES (Eddy Sindoro) memang tidak melewati Imigrasi dan tidak diketahui Imigrasi, jadi ada beberapa (pegawai) instansi lain di depan Imigrasi (selain pegawai Imigrasi) yang mem - bantu kepergian ES tersebut,” ungkapnya.

Sabir laluhu