Edisi 09-11-2018
Melawan, Trump Pecat Jaksa Agung


WASHINGTON– Jaksa Agung Jeff Sessions dipecat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena kerap membantah perintah untuk menghentikan penyelidikan intervensi Rusia dalam pemilu presiden 2016 silam.

Sessions, 71, mantan Senator dari Alabama, dikenal sebagai loyalis utama Trump sejak kampanye pemilu presiden. Trump sangat marah ketika Sessions menarik diri dari tim penyidikan keterlibatan Rusia pada kampanye pemilu 2016 yang dipimpin jaksa khusus Robert Mueller. Trump juga mengungkapkanbisamemecatMuellerjikadia inginkan, tetapi enggan melakukannya. ”Saya bisa memecat siapa saja saat ini, tetapi saya tidak ingin menghentikannya, karenasecara politiksaya tidaksuka menghentikannya,” ujarnya. Trump menunjuk kepala staf Sessions, Matthew Whitaker, sebagai jaksa agung sementara.

Dia mengatakan akan menunjuk jaksa agung baru secepatnya. Trump memang ingin mengonsolidasikan pemerintahannya untuk mempersiapkan diri pada pemilu 2020. Langkah Trump mendapatkan kritikan tajam dari Partai Demokrat. Nancy Pelosi, Ketua Demokrat di DPR yang akan menjadi Ketua DPR, mengatakan upaya pemecatan Sessions merupakan ”langkah mencolok mata” untuk mengabaikan penyelidikan Rusia. Dia menyarankan Whitaker yang kini mengawasi penyelidikan jaksa khusus Robert Mueller untuk meneruskan investigasi. Pemecatan Trump itu berlangsung sehari setelah Partai Republik kehilangan kontrol di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Trump juga mengancam akan bertarung dengan Demokrat jika oposisi menggunakan kekuatan mayoritas di DPR untuk meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahannya dan isu keuangan. Demokrat yang memimpin DPR akan membentuk komite untuk penyelidikan pajak Trump yang sejak menjadi kandidat presiden enggan dibeberkan. Partai Demokrat juga akan menyelidiki konflik kepentingan serta keterkaitan antara Trump dengan Rusia pada pemilu 2016 yang sedang diselidiki Mueller. Moskow membantah tudingan intervensi tersebut. Sebelumnya Trump menyebut penyelidikan yang dilakukan Mueller seperti perburuan tukang sihir perempuan. Dia berulang kali menegaskan tidak ada kolusi antara dirinya dengan Rusia.

Sementara itu, Trump mengungkapkan, dirinya mendapatkan kemenangan pada pemilu pertengahan yang digelar beberapa hari lalu. Dia menjelaskan Republik masih menjadi mayoritas di Senat. Dikuasainya Senat oleh Republik membuat lang - kah Trump untuk menunjuk jaksa agung baru menjadi hal muda. Trump menambahkan, dirinya ingin bekerja dengan Demokrat mengenai prioritas u tam a . Tapi, jika DPR menyelidiki pemerintahannya akan mengganggu prospek kemitraan bipartisan.

”Mereka (Demokrat) bisa memainkan permainan itu, tetapi kita akan bermain dengan lebih baik,” kata Trump. ”Semua yang kalian mainkan selalu berakhir dengan maju mundur dan maju mundur.,” katanya.

Andika hendra