Edisi 09-11-2018
Pemilih Perempuan Jadi Rebutan


JAKARTA –Kubu pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden (caprescawapres) peserta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berlomba merebut simpati pemilih perempuan.

Selain membuat jaringan relawan khusus perempuan, kedua kubu juga berlomba me - nawarkan program yang meng - untungkan kaum hawa. Dalam setiap perhelatan pil - pres, pemilih perempuan se ring kali jadi penentu ke me nangan pasangan calon. Selain jumlah pemilih perempuan sa ngat be - sar, mereka juga sangat berpe - ngaruh dalam meng arah kan opi ni pemilih. Ter ca tat dalam Pil pres 2004 dan 2009, keme - nangan Susilo Bam bang Yudho - yono sangat di pengaruhi besar - nya jumlah pe milih pe rem puan. Pun dalam Pilpres 2014, pe - milih terbesar Joko Widodo ada lah kaum ha wa. Saat ini jum lah pemilih pe - rem puan Pilpres 2019 diper - kira kan menembus angka 93,1 juta pemilih atau 50,2% dari seluruh pe milih.

Menurut pe ne liti se nior dari Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Penge tahuan Indonesia (LIPI) Siti R Zuhro, pemilih perempuan ini merupa - kan pemilih yang jum lahnya cu - kup signifikan jika diban ding - kan dengan pemilih laki-laki. Ka rena itu pemilih pe rempuan ini patut menjadi rebutan dalam pilpres kali ini. “Kalau semua perempuan me mi lih, jumlah - nya sangat signi fi kan. Karena jumlah perem pu an dan laki-laki bedanya sa ngat tipis. Karena itu pemilih pe rempuan diperebut - kan oleh ca lon 01 dan 02,” kata pe rem pu an yang akrab dengan sapa an Wiwiek itu saat dihu - bungi KORAN SINDO di Jakarta ke marin.

Menurut Wiwiek, dukung an perempuan ke calon akan ber - pengaruh terhadap elekta bi li - tas nya. Karena pemilih pe rem - puan ini khususnya ka um ibu atau emak-emak bisa me me - nga ruhi pemilih di se ki tarnya, khususnya anak-anak dan ke - luarga. “Pengaruh ibu-ibu atau emak-emak cukup sig nifikan terhadap keluarga, ter utama anak-anaknya,” ujar dia. Sebab itu, kata Wiwiek, wa - jar jika banyak deklarasi dari ka - um perempuan bermun cul an ka rena keberadaan pemilih pe - rempuan ini cukup strategis da - lam upaya pemenangan. Wiwiek menambahkan, fe - nomena dukungan kaum pe - rempuan ini sudah ada sejak Pe - milu 2004. Dan adanya du kung - an kaum perempuan ini telah membawa SBY sebagai pe me - nang pilpres.

“Sejak pe milu era SBY, atensi terhadap ibu-ibu da - lam pemilu cukup besar. Di kata - kan juga waktu pe milu 2004 dan 2009, SBY mendapat dukungan yang luas dari ibu-ibu. SBY men - jadi idola ibu-ibu sehingga me - nyem pur na kan kemenangan - nya,” urai dia. Kubu pasangan capres-ca - wapres nomor urut 01 Joko Wi - dodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin tercatat memiliki sejum - lah relawan perempuan, di an - taranya Suara Perempuan un - tuk Jokowi (Super Jokowi), Pe - rempuan Indonesia untuk Joko wi-Ma’ruf (Ijma) dan Pe - rempuan Keren Bravo 5 yang ke - marin baru dideklarasikan. Ada pun relawan perempuan un tuk capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno antara lain Rela wan Perempuan Prabowo, Re lawan Emak-emak Prabowo-Sandi, dan Power Of Emak-emak.

Ketua Tim Kampanye Na - sional (TKN) Joko Widodo- Ma’ruf Amin, Erick Thohir, me - ngatakan para relawan perem - pu an akan menjadi ujung tom - bak pemenangan Pilpres 2019. Kalangan perempuan pun di - minta militan mendukung Jo - ko wi-Ma’ruf. Hal itu disam pai - kan Erick Thohir saat meng ha - diri acara deklarasi Pe rempuan Tangguh dan Keren Bravo-5 di Kawasan Senayan, Jakarta, ke - ma rin. Menurut Erick, perem - pu an merupakan suara penen - tu dalam peme nang an kontes - ta si Pilpres 2019. “Perempuan Bravo-5 ha rus menjadi ujung tombak pe nyuksesan kembali agar Pak Joko Widodo menjadi presiden Indonesia untuk satu periode lagi,” kata Erick.

Erick juga berharap para pe - rempuan yang tergabung da lam Bravo-5 militan mengam pa - nye kan program serta visi-misi yang ditawarkan pasang an Jo - kowi-Ma’ruf. Tidak hanya di media sosial, tetapi juga ha rus juga turun ke bawah, door to door, untuk menyukseskan ke - me nangan pasangan nomor urut 01. “Kurangi gosip, ku rangi be rita hoaks, tapi kasih lihat be - rita nyata apa yang kita bisa man faatkan untuk Indo nesia ma ju, untuk keluarga ki ta, untuk perempuan kita,” ka ta dia. Ketua Perempuan Bravo 5 Kar tini Sjahrir akan mendorong isu-isu pengarusutamaan gender dalam visi-misi Nawa - cita jilid II dari pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Isu-isu perempuan diharapkan akan tergarap lebih serius jika Jokowi-Ma’ruf terpilih dalam Pilpres 2019.

“Tema pember daya - an perempuan, baik dalam po - litik, kesehatan, pendidikan, hu kum, ekonomi maupun te - naga kerja, itu akan kami bahas dan akan memperkuat Nawa - cita II,” katanya. Sementara itu Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Mu zani, mengakui bahwa dari ber bagai hasil survei, pemilih pe rempuan ini jumlahnya lebih ba nyak ketimbang pemilih lakilaki di Indonesia meski pun seli - sih nya tidak terlalu sig nifikan. “Mes ki pun selisihnya tidak ter - lalu, po koknya lebih banyaklah (perem puan),” kata Muzani kepada war tawan di Kompleks Par le men Senayan, Jakarta, kema rin. Menurut Muzani, selama ini kaum perempuan dalam par - tisipasi politik lebih ber pe ran sebagai pelengkap atau pen du - kung dari proses kepu tus an po - litik.

Karena itu Pra bo wo-Sandi mencoba melibat kan ka um pe - rempuan yang mili tan ini se ba - gai bagian dari garda baris an pe - me nangan di pil pres. “Sa ya kira ini menun juk kan bahwa ka um perem pu an tidak bisa di pan - dang se be lah mata. Sejak itu ke - mu dian ka um perempuan ada ke sa dar an tinggi bahwa diri nya bisa me nentukan masa de pan po li tik negara, masa de pan ke - lu ar ganya,” ujar Wakil Ke tua MPR itu.

Dia melihat, hal ini menjadi lompatan yang berarti bagi ma sa depan politik Indonesia bah wa kaum perempuan tidak lagi dipandang sebelah mata se ba gai pelengkap dalam pro ses po litik. Ka rena perempuan juga bisa me - nentukan segala nya, ter masuk dalam urusan per po li tikan.

Kiswondari/ binti mufarida