Edisi 09-11-2018
Penguatan Rupiah Tanda Keyakinan Investor Meningkat


JAKARTA – Penguatan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir menunjukkan keyakinan investor terhadap Indonesia semakin meningkat.

Kondisi ini pun disambut baik kalangan peng usaha dan pelaku pasar karena bisa me numbuhkan optimisme di pengujung tahun. Kemarin berdasarkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jis dor), nilai tukar rupiah berada di level Rp14.651 per dolar Amerika Serikat (USD). Angka ter - sebut menguat sig ni fi kan dar ipada se hari sebelumnya yang se - besar Rp14.764 per USD. Penguat - an ini melanjutkan tren positif sejak pekan lalu saat rupiah masih di atas Rp15.000 per USD. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukam dani menyambut baik penguatan rupiah yang ter - jadi dalam sepekan terakhir ini. Dia berharap rupiah bisa me - nguat di bawah Rp14.000.

“Karena kalau rupiah melemah akan meningkatkan semua biaya produksi. Harapan kami bisa menguat di bawah Rp14.000,” tuturnya di Jakarta kemarin. Pelaku industri pasar modal Susy Meilina berpendapat, penguatan rupiah dipengaruhi be - berapa faktor dari domestik hing ga global. Dari dalam negeri, laporan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2018 yang men capai 5,17% mampu mendorong tingkat kepercayaan investor. Hal tersebut bisa me n - dorong kepercayaan terhadap pertumbuhan pendapatan korpo rasi pada kuartal IV/2018. “Penguatan rupiah ini juga akan mendorong kepercayaan ter hadap pemerintah,” ujar Susy.

Dia menambahkan, faktor global yang turut berkontribusi terhadap penguatan rupiah adalah karena peningkatan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang lebih moderat. Me nuru t nya peningkatan suku bu - nga acuan tahun ini yang ber - kisar 100-125 basis poin (bps) akan lebih rendah lagi pada 2019, yakni sekitar 50-75 bps. Dari sisi domestik, rupiah juga terbantu oleh membaiknya ca dangan devisa Indonesia yang tercatat USD115,2 miliar pa da akhir Oktober 2018, meningkat bila dibandingkan dengan posisi akhir September 2018 yang sebesar USD 114,8 miliar.

BI mengakui, peningkatan cadangan devisa pada Oktober 2018 menjadi sebesar USD115,2 miliar dipengaruhi penerimaan devisa migas dan penarikan utang luar negeri (ULN) pe merintah yang lebih be sar dari ke - butuhan devisa un tuk pem bayar an ULN peme rin tah dan sta - bilisasi nilai tukar rupiah. “Kami menilai cadangan devisa tersebut mampu men du - kung ketahanan sektor ekster nal serta menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem ke uang an,” ujar Direktur Ekse ku tif Depar temen Komunikasi BI Agusman.

Di bagian lain, Sekretaris Per - usahaan Bank BNI Kiryanto mengatakan, ekspektasi per tumbuhan ekonomi dan pe nguat an nilai tukar mem bu tuh kan strategi yang tepat. Hal ini bi sa dilakukan pemerintah de ngan menempuh langkah yang tepat. Menurut dia, langkah yang harus dilakukan pemerintah un tuk memperkuat nilai tukar adalah dengan terus berupaya menekan rasio current account deficit (CAD) atau defisit transak si berjalan ke kisaran 1,9- 2,0% terhadap PDB. Selain itu harus diupayakan menekan defisit neraca perdagangan menjadi lebih rendah. “Lebih bagus lagi apabila bi sa surplus. Caranya dorong eks por sebesar-besarnya dan ku rangi impor, terutama barang-barang konsumtif,” ujar Kiryanto.

Faktor Global

Pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Muhammad Eddy mengatakan, pe - nguat an rupiah tidak lepas dari faktor global. Menurutnya, pemilu sela di AS yang dimenangi Par tai Demokrat memberikan pe ngaruh cukup signifikan ter - ha dap ekspektasi kebijakan Pre - siden Donald Trump. “Dengan kemenangan Demo krat tentu tidak semulus sebe lumnya,” kata Eddy. Dia juga memaparkan, fak tor lain yang menyebabkan do lar melemah adalah masuknya dana yang cukup besar ke sa ham dan Surat Berharga Negara (SBN).

Di samping itu, dita m bah dengan faktor fundamental ekonomi dalam negeri yang cukup kuat. Adapun terkait angka per - tum buhan ekonomi yang hanya mencapai 5,17% pada kuartal III/2018, hal itu masih bisa di - dorong lebih tinggi lagi melalui sektor ekonomi digital. Dia men desak agar pemerintahan kon sisten mendorong digi ta lisasi di seluruh sektor ekonomi. Ekonom Standard Char te red Aldian Taloputra menilai, penguat an rupiah beberapa ha ri ini lebih banyak dipengaruhi faktor global seperti hasil pe mi lu di AS yang membuat Pe me rin tah AS lebih sulit menge luar kan ke bi jak an stimulus.

Hafid fuad/ kunthi fahmar sandy/ oktini endarwati