Edisi 09-11-2018
24 Supervisor PKH Dikirim ke Palu


JAKARTA –Sebanyak 24 pekerja sosial supervisor (SPV) Program Keluarga Harapan (PKH) diterjunkan ke Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Mereka akan bekerja dengan fokus untuk memberikan layanan dukungan psikososial pena nganan korban bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi. “Pengiriman mereka ini sebagai salah satu wujud kepedulian dan optimalisasi peran sumber daya manusia PKH. Dalam konteks kemanusiaan, pada masa tanggap darurat tanpa terkecuali siapa pun turut membantu masya - rakat yang terdam pak, ter - masuk supervisor PKH,” kata Dirjen Perlindung an dan JaminanSosial, Kementerian Sosial (Kemen sos) Harry Hikmat di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan bahwa pengalaman sebagai super visor PKH dalam melakukan family development sessions (FDS) atau yang biasa disebut pertemuan peningkat an kemampuan keluarga (P2K2) bagi keluarga penerima manfaat PKH, dapat menjadi bekal untuk melaku kan layanan dukungan psikososial kepada warga terdampak bencana. Layanan dukungan psikososial melalui pendekatan FDS dengan menyesuaikan pada kondisi kedaruratan, diharapkan efektif mendo - rong masyarakat untuk dapat beradaptasi ulang dengan kon disi yang telah membuat me reka traumatis. “Satu hal yang perlu disadari bersama, ke - ha diran supervisor PKH me - rupa kan wujud representatif hadir nya negara di tengah-te - ngah masyarakat,” ujarnya.

Oleh karena itu, selain me - nyiapkan mental, tim yang di - be rangkatkan harus bisa men - jaga sikap dan mampu ber koor - dinasi dengan instansi terkait. KasubditSumberDayaDirek - torat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos Endah Sulistya ning - sih menjelaskan bahwa terkait kebencanaan ini diperlukan gerakan cepat dan komprehen - sif. Selain sumber daya manusia dari PKH setempat, keterlibatan pekerja sosial supervisor untuk memberikan dukungan juga sangat dibutuhkan. Rombongan yang rencana - nya segera diberangkatkan ini adalah supervisor dari DKI Jakarta, Bogor, Banten, Depok, Serang, Tangerang, Subang, Cianjur, Tangerang Selatan, Purwakarta, dan Karawang.

Seluruh tim akan menda pat - kan pembekalan dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik berupa per - lindungan anak dan keluarga pada situasi darurat, penguatan keluarga, penyiapan ruang ra mah anak, danpersiapanpribadiuntuk keamanan dan keselamatan. “Ini panggilan jiwa. Semoga dengan ilmu dan penga laman kami sebagai pekerja sosial dapat memberi kontribusi dan manfaat yang berarti kepada masyarakat korbanbencana,” ucapDea, supervisor asal DKI Jakarta. Kehadiran 24 super visor PKH ini diharapkan bisa menguatkan pilar-pilar sosial lainnya yang telah hadir dan bekerjadisanaterlebihdahulu.

Binti mufarida