Edisi 09-11-2018
Raja Salman Tur Bersama Putra Mahkota


RIYADH - Raja Arab Saudi Salman menggelar tur domestik pekan ini bersama anak favoritnya Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Langkah tersebut untuk menunjukkan dukungan Raja Salman pada MBS saat krisis pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi merusak citranya. Jalanan dipenuhi bendera Arab Saudi dan gambar Raja Salman serta MBS saat tiba di wilayah tengah Qassim pada Selasa (6/11). Sejumlah tokoh menyam but mereka dan anak-anak memberikan karangan bunga. Tur itu menjadi penam pilan publik terbaru Raja Salman, 82, dan MBS. Media Saudi m elaporkan, raja meletakkan batu pertama untuk proyek baru senilai USD1,12 miliar dan menawarkan pembebasan pada beberapa orang dari pen - jara para debitur di Qassim, provinsi konservatif di jantung Semenanjung Arab.

“Ada banyak ketegangan, ketakutan, dan penangkapan di antara warga Saudi setelah masalah Khashoggi. Jadi, ini lawatan yang memberikan jaminan kembali pada be be - rapa wilayah bahwa raja masih di tempatnya dan pemegang otoritas tertinggi,” kata Madawi al-Rasheed, penulis Al Saud yang berbasis di London dikutip Reuters . Para pejabat Turki me nuduh MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Presiden Amerika Serikat (AS) Do nald Trump juga menyatakan tanggung jawab puncak ada pada putra mahkota sebagai pemimpin de facto. Arab Saudi sebelumnya memberikan penjelasan saling bertentangan terkait hilangnya Khashoggi dari konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Namun, saat ini Saudi me nya takan kolumnis Washington Post itu tewas dalam operasi kejam.

MBS juga berjanji pada 25 Oktober lalu akan meng hukum para pelaku pem bu - nuhan tersebut. Raja Salman pun bertindak untuk meredakan situasi. Dia mengirim orang keperca ya an - n ya ke Turki bulan lalu, ke mu - dian memecat lima pejabat senior termasuk penasihat uta ma MBS. Setelah beberapa pekan meng hindari penampilan pu - blik, MBS kini kembali mun cul. Dia mengunjungi para ten tara di dekat perbatasan deng an Ya - man. Dia tampak dalam video online bersama seorang tentara yang dia sebut sebagai pah lawan. Dalam upacara di Uni ver sitas Riyadh, dia mele takkan batu pertama untuk pem bangunan reaktor riset nuklir.

Pakar Teluk di Universitas Texas A&M Greg Gause menyatakan tur domestik be rsama ayahnya itu tidak mengindikasikan bahwa keluarga kerajaan sudah bersih, hanya raja yakin tidak ada yang sedang terjadi sekarang.

Syarifudin