Edisi 09-11-2018
Satgas Nusantara Sosialisasikan Anti-Hoax


BEKASI – Satgas Nusantara Polri menyosialisasikan antisipasi hoaxdan ujaran kebencian di Perguruan Islam As-Syafi’iyah di Jalan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, kemarin.

Sosialisasi di hadapan ribuan generasi milenial itu dalam rangka mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan sejuk. Sosialisasi ini penting karena saat ini marak hoax dan ujaran kebencian di media sosial menjelang pesta demokrasi, yang mana dapat meningkatkan potensi konflik di masyarakat. Kepala Satgas Nusantara Polri Irjen Pol Gatot Eddy Pra - mono mengatakan, kehadiran Satgas Nusantara ke Perguruan Islam As-Syafi'iyah demi mewujudkan Indonesia yang aman dan damai. Saat ini Indonesia memasuki tahun politik, banyak berita bohong yang sangat mengkhawatirkan dan perlu antisipasi sejak dini.

”Jadi, mereka (milenial) bisa meminimalisasi hoax, karena hoax bisa memecah belah bangsa. Makanya kita silaturahmi sekaligus sosialisasi ke - pada generasi milenial,” kata Gatot di Bekasi kemarin. Terle - bih di Perguruan Islam As- Syafi'iyah tercatat 3.000 generasi milenial. Jadi, mereka ha rus diberikanwawasanba haya hoax. Menurutnya, arus informasi yang liar di media sosial terus mengalir bak air dan tak bisa dibendung masyarakat. Untuk membendung arus informasi yang tak terkendali, Satgas Nusantara menggelar sosialisasi bahaya hoax. ”Bayangkan generasi milenial memberikan pesan damaikepadateman, saudara, maupun tetangganya. Itu langsung tersampaikan dengan cepat ke masyarakat me lalui kemajuan teknologi se hingga hoaxbisa di - redam,” ujarGatot.

Satgas Nusantara mempunyai beberapa tugas dalam pencegahan supaya menghilangkan upaya-upaya, yang katakanlah perbuatan melawan hukum,hoax, ataupun lainnya. Satgas terus melakukan pen - dekatan preventif dan ber - usaha menggandeng seluruh tokoh dalam mengamankan Pilpres 2019. Dalam masa menuju Pilpres 2019, Satgas tetap akan menegakkan hukum terhadap siapa pun yang melakukan perbuatan melawan hukum. Ketua Yayasan Perguruan Islam As-Syafi'iyah KH Ainul Yakin mengatakan, kegiatan ini memang perlu dilakukan Satgas Nusantara untuk menciptakan tahun politik damai tanpa hoax.

Tiga ribu murid yang belajar di perguruannya perlu mendapatkanpengetahuanmana hoaxatau bukan. ”Mari kita ciptakan Indonesia yang damai tanpa hoax,” ucapnya.

Abdullah m surjaya