Edisi 09-11-2018
Sopir Taksi Online Tewas Dibunuh


TANGERANG–Kasus perampokan yang disertai pembunuhan sadis kembali dialami pengemudi taksi daring. Kali ini korbannya Jap Son Tauw, 68, warga Cluster Semara Village, Gading Serpong, Tangerang Selatan, kemarin.

Mayat korban perampokan ini ditemukan di Sungai Ci rarap, Jalan Raya Cadas, Ke lu rahan Kuta Baru, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, atau persis di depan pabrik plastik PT MBC. Petugas keamanan pabrik PT MBC Amin menu turkan, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa dengan kon disi tertelungkup dan me - ng am bang di Sungai Cirarap. Temuan ini kemudian dila por - kan ke pi hak kepolisian. Dijelaskan Amin, warga se - kitar tidak ada yang mengenal kor ban. Dari tubuhnya juga tidak ada identitas. Diduga senga ja dihilangkan oleh pela kunya.

“Sepertinya itu korban perampokan, lalu dibunuh dan mayatnya dibuang di sungai. Ka rena ada luka sayatan di leher, memar di kepala, dan ta ngannya diikat dengan batu besar yang dimasukkan dalam karung,” katanya. Kapolsek Pasar Kemis Kompol Ucu Syarifulloh me nga ta kan, mayat korban kali pertama di temukan pukul 11.45 WIB. Se lanjutnya korban dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang untuk divisum. “Baru di te mu kan, karena di jenazah tidak ada tanda pe - ngenal sehingga di bawa ke RSUD Tangerang untuk divisum dok - ter. Indikasinya ke arah 351 dan 338 KUHP. Kita tung gu visum dokter,” ung kap nya. Menurut dia, korban di ke ta - hui sebagai warga Cluster Semara Village, Gading Serpong, Tangerang Selatan, dan me rupakan pengemudi transportasi taksi online.

Kapolresta Tangerang Kabupaten Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, sejak penemuan mayat itu, pihaknya langsung menyebarkan informasi terse - but ke media sosial Facebook, seperti foto dan ciri-ciri korban. “Beberapa jam seusai membuat unggahan, sekitar jam 9 malam, keluarga korban atas nama Hedrison menghubungi kami dan mengonfirmasi bahwa dia me - rupakan keluarga korban,” kata Sabilul di Polresta Tangerang. Kemudian keluarga korban didampingi polisi mendatangi RSUD Kabupaten Tangerang untuk memastikan kebenaran identitas jenazah korban. “Ter - nyata benar, jenazah tersebut anggota keluarganya. Setelah me lihat jenazah secara langsung, Hedrison memastikan bahwa korban adalah ayahanda nya,” kata Sabilul.

Dari lokasi penemuan di Sungai Cirarap, Pasar Kemis, pe tugas kemudian menuju ke Ke - camatan Pakuhaji dan berhasil menemukan mobil milik kor - ban yang digunakan untuk taksi online. Dalam mobil itu banyak bercak darah diduga me ru - pakan darah korban. “Petugas juga menemukan sebilah pisau di dalam mobil yang diduga te - lah digunakan pelaku untuk mem bunuh korban. Korban mengalami luka sayat di leher dengan wajah penuh luka le - bam,” ungkapnya. Untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu, pelaku juga mengikat tangan dan kaki kor - ban dengan tali yang diberikan pemberat batu agar korban teng gelam di dasar Sungai Ci ra - rap hingga tidak bisa ditemukan polisi.

“Ada indikasi kuat korban dibunuh. Kami pastikan akan mengungkap segala ke mungkinan, termasuk kemungkinan pembunuhan berencana ber - mo tif dendam atau pe ram pok - an,” kata Sabilul. Kriminolog Universitas In - donesia (UI) Ferdinand Andi Lolo mengatakan, sopir taksi on line harus tetap waspada ter - hadap penumpang yang meng - gunakan jasanya. Jika pe num - pang meminta melewati rute tidak sesuai jalur yang telah di - tetapkan aplikasi, maka sopir ber hak menolak demi kese la - mat an dirinya. Dari segi kemajuan tek no logi, maka aplikator seharusnya me - leng kapi kanal khusus kes e lamatan bagi pengemudi.

De ngan begitu, jika dalam kondisi da rurat, pengemudi bisa me ng informasikan pada aplikator untuk ditindaklanjuti. “Kalau di taksi re guler ada semacam lam pu tanda bahaya, jadi bisa ter lihat dari luar kalau taksi ter se but dalam kondisi bahaya,” ung kapnya.

Hasan kurniawan/ r ratna purnama