Edisi 09-11-2018
Waspadai Peredaran Narkoba Cair


JAKARTA – Masyarakat diminta mewaspadai peredaran narkoba cair. Terlebih puluhan jenis narkoba cair yang mengandung Methylenedioxy methamphetamine (MDMA) dan Cannabies sintesas (ganja sintesis) ini telah beredar luas di 48 kota.

Dibandingkan liquid vape lainnya, narkoba cair sangat berbahaya. Pengguna dapat merasakan halusinasi dan ketagihan. Narkoba cair yang dikonsumsi lama dapat menyebabkan kanker. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, narkoba cair diproduksi oleh orang yang memiliki keahlian kimia. ”Pengendali dan founder-nya dila - kukan narapidana. Mereka kemudian menyuplai dana, memasarkan hingga menyiapkan bahannya,” ujar Argo di Kelapa Gading, Jakarta Utara, kemarin. Sebanyak 11 orang ditangkap dalam rentetan penggerebekan liquid vape narkoba. Mereka diamankan dari lima tempat.

Tiga orang diamankan sebagai reseller. Sembilan lainnya sebagai orang yang memproduksi narkoba cair di tiga tempat terpisah, yakni rumah mewah di Kelapa Gading, Apartemen Paladin, serta Apartemen Basura. Untuk laboratorium liquid vape di kawasan rumah mewah di Kelapa Gading, pelaku membuatnya cukup rapi dan tertutup, termasuk tetangga yang tidak mengetahui aktivitas dalam rumah, selain mendengar gonggongan anjing. Rumah itu mereka sewa sebesar Rp140 juta per tahun. Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak mengatakan, laboratorium ini dikendalikan empat narapidana Rutan Cipinang, yakni TY, 28, VIN, 28, HAM, 28, dan COK, 35.

Melalui keempatnya, transaksi dan pengaturan produksi dilakukan, kemudian dibantu istri TY, yakni DW, 25, dan rekan nya, BR, 21. ”Kelompok ini me namai dirinya Reborn Cartel dan telah memproduksi 22 jenis narkoba cair,” ujarnya. Saat penggerebekan, narkoba cair telanjur tersebar dan menyisakan beberapa barang hasil produksi. Dengan terbongkarnya laboratorium ter - sebut dipastikan pembuatan narkoba cair berhenti. Dalam mengendalikan la - boratorium vape-nya, tersangka TY memanfaatkan remaja untuk mengekstrak ekstasi dan ganja sintesis. Dua barang haram itu digunakan sebagai bahan baku narkoba cairyang kemudian disebar melalui produk barang 2 mm dan 5 mm.

Satu botol dijual Rp350.000 –450.000. Kepala Rutan Kelas I Cipinang Oga Darmawan membantah pihaknya dianggap mengendurkan penjagaan hingga membuat warga binaannya dapat mengendalikan narkoba. Pihaknya kewalahan dengan warga binaan yang jumlahnya mencapai 4.335 orang, padahal kapasitasnya hanya 1.100 orang. Penjagaan juga tak maksimal lantaran hanya 20 petugas setiap harinya. Di tempat terpisah, mantan pesepak bola yang juga aktor sinetron Tendangan si Madun Claudio Martinez ditangkap Satnarkoba Polres Jakarta Barat. Dia diduga terlibat narkoba.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menuturkan, Martinez diciduk di rumahnya. ”Saat ini masih pemeriksaan,” katanya kemarin.

Yan yusuf