Edisi 09-11-2018
Aktivis 98 Atma Jaya Dukung Ansor Cegah Disintegrasi


JAKARTA - Konsistensi Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam menjaga komitmen kebangsaan terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Di antaranya dari para mahasiswa dan eks aktivis mahasiswa ‘98 Universitas Atma Jaya Jakarta yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Alumni dan Mahasiswa Semanggi (KAMSI). Dukungan itu disampaikan langsung oleh sejumlah aktivis KAMSI saat mengunjungi ke Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor di Jalan Kramat Raya No 65A Jakarta Pusat untuk memberikan dukungan lang - sung atas langkah nyata anakanak muda warga Nahdlatul Ulama (NU) tersebut kemarin. Rendy, perwakilan KAMSI me - nilai, Ansor terbukti telah men jaga keutuhan bangsa, meski mendapat cercaan atau ancaman dari berbagai pihak. “Ansor konsisten sejak dulu hingga sekarang dalam men - jaga komitmen berbangsa dan bernegara. Atas nama anak bangsa, KAMSI mengucapkan terima kasih kepada Ansor,” ujar Rendy.

KAMSI menilai, maraknya gerakan merongrong ke utuh - an persatuan bangsa akhirakhir harus dibendung ber sa - ma oleh semua elemen bangsa. Sebab, Indonesia bisa kukuh berdiri hingga kini karena adanya konsensus kebangsaan yang kuat. Dalam pertemuan tersebut, KAMSI juga me ne - gaskan komitmennya untuk bersama-sama Ansor ikut serta menjaga ikatan per sa - tuan bangsa ini agar tetap kuat. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas meng - apre siasi atas dukungan dari KAMSI. Dukungan ini, tan - das Yaqut, diyakini akan menam bah semangat pe ngu - rus dan kader-kader Ansor di berbagai penjuru Indonesia untuk terus merawat per - satuan bangsa.

Kebersamaan dan kesadaran untuk men - jaga konsensus ke bangsaan ini penting karena akhirakhir ini ada upaya se gelintir kelompok yang akan meng - ubah atau mengoyak Ne gara Kesatuan Republik Indo nesia (NKRI). Gus Yaqut, sapaan akrab - nya, juga melihat saat ini ada upaya pihak-pihak yang meng - gunakan agama sebagai alat politik dan sumber konflik. “Jika ini dibiarkan, sangat berbahaya. Mari semua mas - ya rakat yang toleran dan cinta persatuan untuk berani ber - suara demi kerukunan serta persatuan Indonesia,” ajak Gus Yaqut. Sekretaris Jenderal GP Ansor Abdul Rochman me - nam bahkan, upaya kelompok yang berupaya mengganggu keutuhan bangsa adalah pro blem serius.

Untuk meng hadapi ancaman disintegrasi ini, Ansor sangat membutuhkan dukungan dan dorongan dari banyak kalangan. Dia mengakui, Ansor memiliki rekam jejak kelompokkelompok yang berupaya merongrong kesatuan bangsa tersebut. “Ansor akan bergerak melawan mereka, setelah melihat data dan kajian atas rekam jejak mereka,” pungkas Adung.

Abdul rochim