Edisi 09-11-2018
Bandung Terapkan Sanksi Gembos Ban


BANDUNG –Mulai pekan depan Pemkot Bandung menerapkan sanksi cabut pentil atau penggembosan ban bagi kendaraan roda dua dan empat yang parkir sembarangan.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Anton Sunarwibowo mengata kan, aturan cabut pentil itu ber da sar - kan Keputusan Wali Kota Bandung (Kepwal) Nomor: 551/ - Kep. 1281-Dishub/2018 pada 9 Oktober 2018. Tahap awal akan dilakukan di tempat strategis seperti di depan seko lah, per - guruan tinggi, rumah sa kit, pemerintahan, mal, res toran. Untuk pelaksanaan teknis di lapangan, nantinya ban ken dara an milik pelanggar akan di - gem bosi. Tak tanggung-tang - gung 4 ban kendaraan roda empat yang akan digembosi. “Operasi ini rencananya dimulai Se - nin pekan depan. Wali Kota Ban - dung juga akan turun lang sung,” kata Anton di Taman Se ja rah Bandung, Jalan Aceh, ke ma rin.

Menurut dia, peng gem bos an atau cabut pentil ini me ru pakan inovasi lanjutan. Se be lumnya pe tugas hanya menin dak de - ngan cara menempelkan sti ker atau memberikan surat te guran terhadap pengemudi yang par - kir sembarangan. “Sa lah satu bi - ang kemacaten di Kota Ban dung karena perilaku pengguna jalan yang parkir sem barangan. Kita berpikir me reka (pelang gar) belum kapok, makanya kita bu - atkan aturan baru,” terang nya. Anton menyebut, selain ber - tujuan menertibkan parkir sem barangan, operasi cabut pentil juga diterapkan untuk mengatasi kemacetan dan diharapkan mengurangi emisi gas buang. “Sekarang hati-hati, ja ngan parkir sembarangan. Termasuk weekend Sabtu dan Ming gu juga berlaku untuk pendatang. Kami imbau parkir yang lebih tertib;” ungkapnya.

Kepala Bidang Pengen dali - an dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Asep Koswara menga - ta kan, dalam satu hari pihaknya bisa menindak 120 kendaraan yang melanggar parkir. Penin - dakan yang dilakukan selama ini lewat penggembokan dan pe nempelan stiker kurang efek - tif karena pelanggar hanya cu - kup menandatangani perjanji - an untuk tidak kembali me - lakukan pelanggaran. “Saya setiap hari di lapang an, dalam satu hari ada 70 ken da raan roda dua dan 50 ken daraan roda 4 yang melanggar. Kenapa enggak ada efek jera? Karena setelah kami angkut, ka mi simpan di basement. Ke mu dian yang bersangkutan (pe langgar) datang ke kantor cuma bikin perjanjian tidak me lang gar kembali. Kalau bikin per janjian aja enggak mem pan. Un tuk itu kami me - rasa tertan tang membuat ino vasi aturan,” ungkapnya.

Ke depan Asep tak menutup kemungkinan untuk membuat operasi derekan. Nantinya pelanggar akan dikenai denda sebesar Rp 250.000 untuk ken daraan roda dua dan Rp 500.000 untuk kendaraan roda em pat.

Arif budianto