Edisi 09-11-2018
Tarif Murah Tak Harus Abaikan Keselamatan


SEBAGAI negara kepulauan yang memiliki daerah yang sangat luas, Indonesia tentunya mem butuhkan sistem transportasi yang efisien dan efektif sehingga memudahkan untuk pergerakan manusia ataupun barang.

Selain itu, transportasi juga merupakan salah satu hal yang paling krusial dalam proses pembangunan suatu negara, karena transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, eko no - mi, sosial budaya, dan per ta hanan keamanan. Dengan de mi kian, pembangunan di sektor transportasi harus diren ca nakan dengan baik. Pembangunan sistem transpor tasi di Indonesia sudah dikembangkan dalam pen de kat an Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) pada 2005. Sistra nas ini bertujuan me wu jud kan transportasi yang efektif dan efisien dalam menunjang dan sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan. Sasaran Sistranas adalah ber - usaha mewujudkan keselamatan dengan angka kecelakaan yang rendah.

Namun pada kenya taannya, jumlah kecelakaan di Indonesia masih terbilang c u kup tinggi. Tidak hanya ke ce lakaan angkutan darat, akhir-ak hir ini rakyat Indonesia kembali diguncang dengan peristiwa terjadinya kecelakaan udara. Pada saat pe - ringkat keselamatan penerbangan Indonesia sedang mengalami kenaikan dari posisi ke-151 pada 2016 ke posisi ke-55 pada 2017, tragedi kecelakaan pesawat justru kem bali terjadi di Indonesia. Pada Senin, 29 Oktober 2018, terjadi kecelakaan pesawat yang sangat memilukan hati, di mana pe sawat Lion Air JT-610 yang me ngangkut 189 orang terjatuh di Tanjungpakis, Karawang, dan menewaskan seluruh penumpang nya.

Musibah ini menambah de ret an tragedi kecelakaan pesa wat di Indonesia. Di mana sejak 2004, sudah terhitung 9 ke ce lakaan pesawat yang banyak menelan korban jiwa. Dalam s e luruh ke - celakaan tersebut se ki tar 559 orang meninggal dunia, belum termasuk 189 orang penumpang dan kru Lion Air JT-610 yang masih dalam proses evakuasi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang bertugas melakukan investigasi kecelakaan transportasi di Indonesia terus menggali penyebab terjadinya kecelakaan ini. Mereka terus melakukan koor dinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti produsen pesawat, maskapai, pihak bandara, dan pihak-pihak lain yang berkaitan sehingga dapat diambil ke sim pulan penyebab utama ter jadinya kecelakaan pesawat. Na - mun, proses ini memakan waktu yang cukup lama. Melihat hasil investigasi dari kecelakaan-kecelakaan pesawat yang terjadi sebelumnya, ter nya ta penyebab kecelakaan yang terjadi didominasi oleh faktor kerusakan pesawat dan sisanya dipengaruhi oleh ke sa lah an manusia.

Dari hasil itu, se harusnya maskapai pener ba ngan dan pihak terkait lebih mem perhatikan kondisi serta kelayakan pesawat yang men da pat izin ope rasi. Jangan sampai hanya karena mengejar keun tu ngan, faktor keselamatan pe numpang diabaikan. Maskapai harus bekerja keras untuk meminimalkan kecelakaan. Pelatihan lanjutan mungkin diper lukan oleh kru pesawat sehingga kece lakaan pesawat akibat human error bisa diminimalkan.

Nining Islamiyah
Mahasiswa Akuntansi




Berita Lainnya...