Edisi 09-11-2018
Pengeboran Sumur Eksplorasi Sulit Tercapai


CILOTO - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memprediksi pengeboran sumur eksplorasi sulit menapai target tahun ini walaupun fluktuasi harga minyak dunia mengalami kenaikan.

Berdasarkan data SKK Migas mulai dari Januari-Oktober 2018, realisasi pengeboran sumur eksplorasi baru tercapai 18 sumur dari yang ditargetkan 104 sumur eksplorasi. “Dilihat sampai akhir tahun ini memang dari outlook -nya tidak tercapai.

Salah satunya ter kait soal biaya,” ujar Kepala SKK Mi gas Amien Sunaryadi di sela acara Kunjungan Fasilitas Petrotekno di Ciloto, Jawa Barat, kemarin. Menurut dia, selama tiga tahun terakhir pengeboran sumur eksplorasi bergerak fluktuatif.

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi tertinggi dilakukan pada 2015 lalu dengan realisasi 67 sumur. Tahun berikutnya, yaitu pada 2016 rea li sasi pengeboran sumur meng alami penurunan menjadi 43 sumur eksplorasi.

“Kenaikan kembali ditunjukkan pada 2017, yaitu sebanyak 54 sumur,” kata dia. Tak berhenti di situ, SKK Migas juga mencatat realisasi kinerja pengeboran ulang su mur juga sulit mencapai target.

Hingga Oktober 2018 kinerja pengeboran ulang sumur men ca pai 438 dari target tahun ini sebanyak 637 sumur. Sedang kan untuk realisasi pengeboran pengembangan sumur sam pai dengan Oktober 2018 sebanyak 212 sumur masih di bawah target tahun ini sebanyak 289 sumur.

Dia mengatakan, tidak tercapainya target pengeboran sumur eksplorasi tahun ini selain terkendala biaya, juga disebabkan terkendala izin di daerah dan masalah sosial. Sebab itu, kegiatan eksplorasi yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tidak mencapai target sehingga dimasukkan dalam kegiatan tahun depan.

“Karena terken da la itu, terpaksa harus dimasukkan kegiatan tahun depan,” kata Amien. Meski begitu, pihaknya terus mendorong agar KKKS bisa meningkatkan produksi salah satunya di Lapangan Sukowati.

Ia mendorong Pertamina bisa meningkatkan produksi Lapangan Sukowati hingga 10.000 BOPD. Pihaknya juga meminta ken dala yang dialami dalam meningkatkan produksi bisa diselesaikan. “Kerjaan lain bisa berhenti dulu, tapi kerjakan dulu cement bonding (ikatan semen),” ujarnya.

Terpisah, Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, akan terus berupaya meningkatkan produksi minyak tahun depan khususnya di Lapangan Sukowati.

Rencana peningkatan produksi tersebut akan diajukan pada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Rencana Kerja dan Anggaran pada Work Program and Budget (WP&B) 2019.

Pihaknya mengusulkan produksi minyak Lapangan Sukowati tahun depan rata-rata sebesar 12.000 BOPD lebih tinggi dari target tahun ini sebesar 6.214 BOPD. Untuk di awal 2019, produksi minyak Lapangan Sukowati dimulai di angka 9.000 BOPD.

“Sebentar lagi kami akan ajukan kepada SKK Migas dengan angka 12.000 BOPD tahun depan,” katanya. Namun, pihaknya mengakui untuk mencapai produksi 12.000 BOPD tidak mudah. Perta mina EP memang memiliki ken dala dalam mencapai produksi, salah satunya terkait ikat an semen.

Adapun ikatan semen tersebut untuk memisahkan air di dalam tanah agar tidak bercampur dengan minyak. Saat ini, kata dia, belum ada ikatan semen yang bagus secara kualitas sehingga harus menyemen rig.

“Jadi, kuncinya bagaimana cement bonding kua l i tas nya bagus dan lebih panjang sisi umur. Tidak bolakbalik masuk rig,” ujarnya. Tak hanya itu, Pertamina EP juga akan merevisi model reservoir di Lapangan Sukowati. Tujuannya agar model reservoir itu masih sesuai dengan proposal pengembangan (Plan of Development/PoD).

Investasi Hulu Migas

Di sisi lain, Senior Vice President Upstream Strategic Planning, Portofolio and Eva luation Hulu Pertamina Mei da wati mengatakan, perseroan berencana meningkatkan investasi di sektor hulu migas tahun depan.

Peningkatan investasi tersebut tak lain guna menggenjot pengeboran sumur eksplorasi demi meningkatkan produksi migas nasional. “Peningkatan investasi karena kegiatan kita ber tambah, begitu juga dengan target produksi,” ujar dia.

Menurut dia, investasi tahun depan berada di kisaran USD2,5- 3 miliar atau sekitar Rp45 triliun yang meningkat dari tahun ini sebesar USD2,3-2,4 miliar. Namun, angka itu masih tahap evaluasi internal, baru kemudian diajukan pada pemegang saham, yaitu Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk disetujui.

“Ada juga untuk akuisisi masih tahap evaluasi. Itu juga belum termasuk transisi Blok Rokan,” kata dia. Dia menjelaskan, kegiatan pengeboran sumur khususnya akan dilakukan di sumur-su mur Pertamina EP dan Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Tak hanya itu, investasi tahun depan juga akan digunakan untuk pengembangan proyek uni ti sasi Jambaran Tiung Biro di Blok Cepu.

nanangwijayanto