Edisi 09-11-2018
Eximbank Dukung Pembiayaan Ekspor Alutsista


JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI/ Indonesia Eximbank) siap menyalurkan pembiayaan untuk mendukung ekspor alutsista bagi perusahaan BUMN dan swasta.

Strategi perseroan, yaitu dengan mendukung acara pameran internasional bidang teknologi industri pertahanan tiga matra, Indo Defence 2018. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, dan juga lembaga-lembaga pemerintahan terkait.

Tema yang di usung untuk pameran kali ada lah “Building Global Defence Part nerships to Secure the Future” dan dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Jusuf Kalla.

Direktur Pelaksana V LPEI Bonifacius Prasetyo mengatakan, pihaknya akan mendukung skema pembiayaan da lam industri alutsista nasional dan internasional. Pameran ini disebutnya menjadi kesem pat an bagus bagi LPEI dalam sosialisasi fasilitas-fasilitas yang bisa di berikan pada pelaku industri pertahanan.

“Kami menawarkan sejumlah skema pem bia ya an ekspor alutsista sehingga acara ini langsung menjadi one stop solution bagi pembeli po tensial. Salah satu nya dengan skema penugasan khusus eks por (PKE) atau national interest account (NIA), skema ini berdasarkan dasar hukum pendirian kami sebagai Indonesia Eximbank,” ujar Bonifacius di Jakarta, kemarin.

Pameran tahun ini diikuti 867 peserta pameran dari 59 negara. Puluhan negara sahabat mengirimkan official delegation untuk menyaksikan pameran internasional ini, antara lain Malaysia, Australia, Yunani, Jepang, Fiji, Belarus, Arab Saudi, Slovakia, dan Uni Emirat Arab.

Dia mengatakan, LPEI turut mendukung pengembangan ekspor produk alutsista nasional khususnya di sektor penun jang. Hal ini dilakukan melalui pemberian fasilitas ekspor pada sejumlah BUMN, seperti PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero).

“Produk ekspor yang kami berikan fasilitas pembiayaan meliputi pesawat terbang dan kapal angkut yang diekspor antara lain ke Senegal dan Nepal,” ujarnya. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membuka Indo Defence 2018 dengan mengatakan pameran ini merupakan bagian dari pemenuhan visi misi Nawa Cita Presiden Joko Widodo.

Tahun ini merupakan pameran ke-8 setelah pertama kali dilaksanakan pa da 2004. “Selain untuk mem perkuat kemandirian industri pertahanan dan menjalin kerja sama dengan negara lain, pameran ini tentu sejalan dengan Nawa Cita Presiden RI,” kata Ryamizard dalam sambutannya.

Menurut Ryamizard, kemandirian industri pertahanan y ang hendak dicapai Indonesia adalah mengarah menjadi produsen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Kemandirian itu dimulai dari diperkenalkannya medium tank buah tangan kerja sama Indonesia dengan Turki yang menargetkan penjualan hingga 20.000 konsumen.

hafid fuad