Edisi 09-11-2018
ITI Tingkatkan Kemampuan SDM Melalui Teknologi


JAKARTA – PT Innosimulation Technology Indonesia (ITI) terus berupaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja di Indonesia melalui pelatihanpelatihan dengan menggunakan teknologi.

CEO dan Presiden Direktur ITI Deni Darojat Muslim mengatakan perseroan merupakan perusahaan joint venture dengan Innosimulation Korea Se latan. ITI yang didirikan di Indonesia sejak 2014 ini menjadi ahlinya dalam pengembangan teknologi berbasis Simulation, Virtual Realty, dan Augmented Realty.

Dia berharap keberadaan ITI yang membawa dan mengembangkan teknologi dan inovasi baru khususnya di dunia Ilmu Teknologi (IT) dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia dari segi pendidikan serta menjadi solusi investasi guna peningkatan kemampuan SDM atau tenaga kerja di Indonesia.

“Kami membawa pengembangan teknologi dari luar ke Indonesia agar manfaatnya bisa di rasakan oleh masyarakat Indonesia. Teknologi simulasi ini harus mulai untuk di perkenalkan agar masyarakat dapat mengetahui dan mengenal tentang simulator,” ujar Deni, di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, saat ini terdapat tiga target pemasaran teknologi simulasi, yakni sektor Mi liter, Pendidikan, dan Hiburan. Dunia Pendidikan masih menjadi target utama pemasaran teknologi tersebut, karena tidak dapat dimungkiri jika teknologi merupakan solusi terbaik untuk melengkapi kebutuhan pelatihan (training ).

Peng guna simulasi mulai dari TNI/tentara, Kepolisian, pemerintahan, departemen-departemen hingga industri swasta. “Saat ini kebutuhan paling banyak terhadap teknologi si mulasi masih didominasi oleh TNI/tentara dengan persentase sekitar 80%.

Kedua digunakan oleh sektor perhubungan seperti sekolah pelayaran, navigasi awak kapal, pe nerbangan dan lain-lain, sisanya digunakan oleh pemerintahan dan in dus tri swasta,” tuturnya. Dari banyaknya teknologi yang telah dikembangkan oleh ITI di Indonesia, sebanyak lima teknologi diperkenalkan pada acara IndoDefence 2018 Expo & Forum.

Terdapat dua teknologi an dal yang kerap digunakan di bidang Pendidikan. Yang pertama yaitu Virtual Maintenance Trainer (VMT) merupakan plat form pengembangan simulasi pelatihan untuk main te nance (perawatan) berbasis komputer, dalam segala bidang seperti militer, automotif, penerbangan, industri, medical, dan sebagainya.

Dengan dua metode, yakni dapat dipandu oleh instruktur atau pun standalone (siswa belajar sendiri). VMT ini membuat environment praktik lapangan dimasukkan ke komputer di ruang kelas dalam bentuk 3D.

Selain itu adalah Wargaming Systems yang merupakan platform pengembangan simulasi perang berbasis komputer di dalam ruang kelas. Sistem ini menampilkan environment seperti pada aslinya dalam bentuk 3D.

Platform ini telah banyak digunakan di mancanegara untuk berbagai simulasi. Teknologi simulasi ini berbasis permainan dengan standar khusus untuk industri pertahanan serta menjadi unggulan simulasi pertempuran oleh tentara Amerika Serikat untuk program pelatihan.

heru febrianto