Edisi 09-11-2018
Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM Tanggulangin


JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merevitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM) Tanggulangin di Sidoarjo, Jawa Timur, guna mendorong pertumbuhan industri kulit, alas kaki, dan barang jadi kulit.

Program strategis ini telah dijalankan sejak 2017. Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, revitalisasi bertujuan meningkatkan kinerja ekosistem bisnis di sentra IKM tas dan koper Tanggulangin yang sempat menurun sejak terjadinya bencana lumpur beberapa waktu lalu.

Program revitalisasi ini diyakini dapat memberikan daya tarik bagi parawisatawan yang mengunjungi sentra IKM Tanggulangin sehingga mereka merasa nyaman untuk berbelanja dan berekreasi. “Upaya ini dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan stakeholders terkait,” ujarnya dalam siaran pers kemarin.

Gati melanjutkan, revitalisasi sentra IKM Tanggulangin meliputi sektor industri tas, koper, dan keunggulan produk lokal lainnya melalui strategi transformasi fisik, ekonomi, dan budaya.

Upaya itu dalam jang ka panjang untuk menjadikan sentra IKM Tanggulangin sebagai Kawasan Wisata Terpadu berkonsep 3 in 1, yaitu wisata belanja, budaya dan kuliner, serta edukasi industri.

“Revitalisasi fisik yang dilakukan berupa pengembangan sem bilan identitas lokal di kawasan tersebut, di antaranya pintu gerbang utama, area pejalan kaki, desain kursi taman, tugutas, storyboard , dan mural wisata edukasi.

Selain itu, taman budaya dan kuliner, workshop wisata edukasi industri, serta moda transportasi kawasan wisata,” tuturnya. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah optimistis, program revitalisasi dapat meningkatkan kinerja bisnis IKM Tanggulangin serta jumlah kunjungan wisatawannya.

Pihaknya mencatat, kunjungan wisatawan Nusantara pada 2014 sebanyak 104.053 orang, meningkat 135% menjadi 244.974 orang pada 2016. “Saat ini, kunjungan wisatawan ke sentra IKM Tanggulangin su dah mulai mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akan membantu merevitalisasi sentra IKM Tang gulangin agar bisa memperluas pasar ekspor. Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, saat ini yang perlu didorong bagi industri kreatif di wilayah Tanggulangin adalah penggunaan teknologi digital.

“Selama ini perdagangan produk kreatif Tanggulangin masih dilakukan secara konvensional. Namun, sekarang pasar sudah berubah menjadi digitalisasi, yakni transaksi penjualan secara online,” ujarnya.

Joni menyampaikan, produk-produk unggulan IKM Tanggulangin seperti tas kulit sudah merambah pasar ekspor sampai ke Amerika Serikat, tetapi barang yang dikirim belum memiliki merek sendiri. “Untuk itu, ITS juga akan membantu pemilihan merek dalam hal industri-industri kreatif agar karya warga Tanggulangin bisa semakin dikenal,” tandasnya.

oktiani endarwati