Edisi 09-11-2018
Pemerintah Siapkan Jalan Akses


JAKARTA –Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban sepanjang 8 kilometer.

Jalan akses pelabuhan ini akan terbagi dalam dua bagian, yakni area luar pelabuhan dan dalam pelabuhan masing-masing sepanjang 8 km. Menteri PUPR Basuki Hadimoeldjono mengatakan, sebagian lahan kini sudah di bersihkan dan siap dilanjutkan ke tahapan konstruksi.

Pembangunan jalan sebagian besar akan menggunakan konstruksi layang karena kondisi tanah yang lunak. “Konstruksi lahan yang sifatnya melayang akan memberikan keuntungan bagi perlindungan areal persawahan yang berada di wilayah tersebut.

Sehingga kalau dibangun konstruksi konvensional, sawah dan irigasi teknis bisa saja habis terdampak akibat pembangunan ini,” ujarnya di Jakarta, kemarin. Dengan pembangunan jalan akses tersebut diharapkan bisa mendukung aktivitas perekonomian masyarakat setempat.

Menteri Basuki menambahkan, meski menggunakan konstruksi layang, biaya yang di butuhkan untuk pekerjaan jalan ak ses ini tidak terlalu besar karena ketinggiannya hanya 3-4 meter. “Saat ini sedang dilakukan tes kedalaman tiang pancangnya,” kata Basuki.

Kontrak pembangunan jalan akses Pelabuhan Patimban dan konsultan supervisi telah di tandatangani pada 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana, yakni PT PP, PT Bangun Cipta Kontraktor, dan Shi mizu Corporation, dengan alokasi anggaran Rp1,12 triliun yang ditargetkan rampung pada akhir 2019.

Sedangkan untuk konsultan supervisi di lakukan oleh Katahira & Engineer International bekerjasama dengan Nippon Engineering Consultant, PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri, dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.

Kementerian PUPR saat ini juga tengah mempersiapkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) sepanjang 37,7 km.

Saat ini sudah ada pemrakarsa akses Tol Pelabuhan Patimban, yakni kon sorsium PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga, dan PT Jasa Sarana, dengan nilai investasi Rp6,4 triliun.

“Ini yang sedang kami bicara kan. Kami harap bisa ada kerjasama juga antara perusahaan lokal dan Jepang. PT Jasa Marga sedang melakukan penjajakan dengan investor lainnya,” kata Menteri Basuki.

Kehadiran Pelabuhan Patim ban dengan dukungan jalan akses dan jalan tol akan memangkas biaya logistik industri yang banyak berlokasi di utara Jawa Barat. Hal ini di harapkan bisa meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia dalam konteks regional dan internasional.

Pelabuhan Patimban ditargetkan bisa operasi pada pertengahan 2019. Saat ini pembangunannya sedang berjalan. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi belum lama ini mengatakan Pelabuhan Patimban akan diresmikan atau soft opening pada awal tahun.

“Kita harapkan pelabuhan ini mulai operasi pada 2019 sehingga nanti secara umum pelabuhan ini akan melayani muat an peti kemas dan kendaraan bermotor sebagai pendukung Pelabuhan Tanjung Priok,” ucapnya. Pembangunan Pelabuhan Pa timban ini dilaksanakan melalui pendanaan dari Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang.

Selain itu, pembangunan Pelabuhan Patimban juga merupakan penanda eratnya kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang yang sudah terjalin selama 60 tahun.

ichsan amin