Edisi 09-11-2018
Peringkat Dunia Rifky dan Cokie Bakal Naik


MADRID – Meski gagal mere but medali, dua dari delapan karateka Indonesia yang tampil pada Kejuaraan Dunia Karate WKF di Madrid, Spanyol, 6–11 November diyakini naik peringkat dunianya karena berhasil lima kali tampil pada eventitu.

Mereka ada lah Cok Istri Agung Sanistyarani (16 WKF) dan Rifky Ardiansyah Arrosyiid (128 WKF). Cokie, panggilan Cok Istri Agung Sanistyarani, misalnya, mampu lolos sampai babak perempat final kumite -55 kg putri pada pertandingan hari ke dua, Rabu (7/11) waktu setempat.

Pada babak pertama karateka peringkat 16 dunia itu menaklukkan karateka Selandia Baru Alison Oliver 6-3. Pada babak kedua, dia menundukkan andalan Israel Rotem Efroni 2-1 dan di babak ketiga mengalahkan Jovana Georgieva asal Makedonia dengan skor 1-0.

Bahkan, pada babak keempat dia tampil menggila dengan menghabisi karateka Slovakia Viktoria Semanikova 5-4. Sayang, pada babak perempat final, peraih medali perunggu Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu gagal memanfaatkan momentum kemenangan.

Dia justru takluk di tangan karateka Jepang Sara Yamada dengan skor telak 0-4. Padahal, andai bisa bertahan, bu kan mustahil Cokie bisa memecahkan rekor medali perunggu kejuaraan dunia yang pernah dicatatkan Dony Dharmawan pada Kejuaraan Dunia WKF di Finlandia pada 2006.

Langkah Yamada juga terhenti di babak semifinal setelah ditaklukkan karateka Polandia Dorota Banaszczyk dengan hantei setelah kedudukan 0-0. Alhasil, harapan Chokie mendapatkan babak repechage guna memperebutkan medali perunggu pun hilang seketika.

“Saya kurang beruntung. Karena, karateka Jepang yang mengalahkan saya kalah hantei dari lawannya,” ujar Cokie, di Madrid. Kondisi sama dialami peraih medali emas Asian Games 2018 Rifky Ardiansyah Arrosyiid.

Pemilik peringkat 128 WKF itu juga gagal merebut medali kejuaraan dunia setelah menyerah pada pertandingan ketiga babak repechagekumite kelas -60 kg putra. Dia takluk di tangan karateka asal Latvia Kalvis Kalnins 0-2 dalam kondisi cedera kaki kanan.

Padahal, andai bisa menahan serangan Kalnins, bukan mustahil Rifky juga bisa menyamai pres tasi perunggu Dony di Finlandia. Apalagi, dia hanya tinggal selangkah untuk bisa mewujudkan ambisi itu. “Sebetulnya, saya optimistis Rifky bisa merebut medali perunggu di kejuaraan dunia apabila mampu melewati karateka Latvia.

Tapi, karena lutut Rifky cedera, dia tak bisa lagi tampil bagus dan mengatasi ketertinggalan poin dari Kalnins,” ujar pelatih kepala Syamsuddin, yang mendampingi Rifky selama pertandingan.

m ridwan