Edisi 09-11-2018
Horor “ Ketindihan “ saat Tidur


MASYARAKAT dunia rupanya berbagi mitos yang sama soal sleep paralysis atau “ketin dihan”, yaitu kondisi yang terjadi akibat dikerjai makhluk halus.

Mitos inilah yang men jadi inspirasi untuk membuat film horor buatan Amerika Serikat, Mara . Mara adalah nama iblis pe nyebab ketindihan. Dia juga yang menjadi antagonis dalam film besutan Clive Toge ini.

Dia yang menjadi penyebab tewasnya seorang pria, menurut pengakuan istrinya, Helena (Rosie Fellner), dan anaknya, Sophie (Mackenzie Imsand). Kate (Olga Kurylenko) sebagai seorang psi kolog forensik lalu ditugaskan untuk menangani Helena yang diduga sebagai pembunuh suaminya.

Dalam penelusurannya, Kate yang seharusnya bisa menjelaskan segala hal dengan logika malah terjebak dalam dunia mistis seputar Mara. Sebagai sebuah film horor ber-setting masa kini buatan Barat, Mara mencoba menggabungkan mitos mistis dengan ilmu psikologi.

Sebagai penonton, kita akan bertemu Helena yang 100% percaya mistis, Kate yang 100% percaya sains, serta Dougie (Craig Conway) yang berada di antara keduanya. Karena mengambil jalan tersebut, Mara sebenarnya tidak bisa dibilang film horor supranatural murni.

Selain karena memang tidak banyak menampilkan adegan horor kejut, film ini lebih fokus pada usaha Kate memecahkan misteri mengapa banyak orang mati karena ketindihan.

Pada bagian inilah, penulis skenario Jonathan Frank mengambil langkah moderat; menampung dugaan mistis sekaligus filosofi psikologi. Sebagai sebuah film horor psikologi, Mara memang tidak istimewa, tetapi cukup layak ditonton.

herita