Edisi 17-11-2018
Pabrik Pintar Jadi Rujukan Kemenperin


BATAM –Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sedang melakukan pemilihan terhadap perusahaan-perusahaan yang juara di sektornya, terutama da lam kesiapan menerapkan tek nologi industri 4.0.

Hal ini me rupakan salah satu tahap im plementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. “Upaya strategis tersebut untuk menjadi percontohan sehingga dapat mengajak manufaktur lain melihat manfaat positif dari penerapan industri 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika melakukan kunjungan kerja di PT Schneider Electric Manu facturing Batam (SEMB) kemarin.

Menperin menjelaskan, industri 4.0 dinilai memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur agar lebih efisien dan menghasilkan produk berkualitas.

“Oleh karena itu, pemerintah selaku pembuat kebijakan akan terus mem fasilitasi kebutuhan riil sektor industri prioritas dalam meng adopsi teknologi industri 4.0 secara optimal,” ujarnya.

Berdasarkan Making Indonesia 4.0, ada lima sektor manufaktur yang akan dijadikan pionir, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, automotif, kimia, serta elektronika.

“Kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi sebesar 65% terhadap total ekspor, kemudian menyum bang 60% untuk PDB, dan 60% tenaga kerja industri ada di lima sektor tersebut,” ungkapnya.

Di sektor industri elektronika, PT SEMB ditunjuk seba gai sa lah satu rujukan karena memiliki banyak pengalaman dan kompetensi dalam mendirikan fasilitas smart factory serta journey transformasi digital.

“Sebuah lighthouse atau cha mpion akan menjadi role model se ka ligus mitra dialog pemerintah dalam implementasi in dustri 4.0 di Indonesia,” imbu hnya. Untuk itu, Kemenperin bersama PT SEMB menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan dan penerapan teknologi industri 4.0 da lam rangka implementasi Ma king Indonesia 4.0.

Tujuannya untuk mengembangkan, meningkatkan keterampilan, dan optimalisasi penggunaan teknologi industri 4.0 oleh pelaku industri di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh KepalaBadan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara serta Vice President PT SEMB Gabriel De Tissot, di saksikan Menperin dan Senior Vice President Global Supply Chain Schneider Electric untuk Asia TimurdanJepang, JimTo bojka.

Menurut Airlangga, kolaborasi dengan berbagai mitra yang kompeten di bidang transformasi digital seperti PT SEMB merupakan bagian dari penguatan kebijakan Kemenperin dalam upaya mem per cepat implementasi industri 4.0 di Indonesia.

“Tentunya un tuk mencapai aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yaitu menjadikan Indonesia masuk 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada 2030,” ujarnya.

Sementara itu, Gabriel De Tissot mengaku sangat bangga dapat bekerja sama dengan Kemenperin untuk menjadi lighthouse industri 4.0 di Indonesia dan diperhitungkan sebagai salah satu perusahaan terkemuka di wilayah Batam.

“Transformasi digital yang kami hadirkan di seluruh pa brik kami di Batam meng gunakan solusi EcoStruxture dan aplikasi industri 4.0 lain nya yang memungkinkan peman tauan kinerja operasi kami di setiap bagian,” ungkapnya.

sudarsono

Berita Lainnya...