Edisi 24-11-2018
10 Pemuda RI Adu Bakat di World Skills Asia


JAKARTA –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengirim 10 anak muda terampil untuk berlaga di World Skills Asia (WSA).

Mereka akan menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia juga memiliki keterampilan tinggi. Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Presiden Joko Widodo pada saat rapat terbatas telah memerintahkan seluruh jajaran kementerian untuk meningkatkankualitastenagakerja di Tanah Air.

Untuk menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja Indonesia memiliki keterampilan tinggi, Kemendikbud pun mengirim 10 anak muda (kompetitor) keajang WSA yang baru tahun ini di lak sanakan di Abu Dhabi.

“Event ini adalah salah satu upaya pembuktian bahwa tenaga terampil kita sudah layak bertanding dan berkompetisi di ajang internasional,” katanya saat pelepasan kontingen WSA di Kantor Ke mendikbud kemarin.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menjelaskan, perintah Presiden untuk menyiapkan tenaga terampil ini amat penting sebab terkait dengan fasilitas pembangunan yang telah masif dibangun Presiden.

Menurut dia, jangan sampai ada idle capacity atau segala infrastruktur yang terbangun nantinya tidak bisa segera diisi oleh tenaga kerja berketerampilan tinggi. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, ajakan dari Abu Dhabi agar Indonesia bisa mengikuti ajang ini sungguh mendadak.

Indonesia, kata Hamid, hanya mengirim 10 anak yang akan bertanding di 10 bidang keahlian. Dia mengatakan, hanya 10 bidang yang diikuti itu berdasarkan potensi medali yang bisa diraih nantinya. “Korea, Cina, dan Jepang merupakan lawan terberat di ajang ini,” katanya.

WSA akan digelar di Abu Dhabi pada 24 November-1 Desember yang akan diikuti oleh 19 negara. 10 bidang yang akan diikuti ialah fashion technology, IT network system adminis tration, welding, electrical installation, electronic, refrigeration and AC, automobile technology, car paint ing, web design, danIT soft ware solution for business.

Menurut Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud M Bakhrun, ada potensi dua emas yang bisa diraih tim, yaitu di bidang fashion technology dan web design. Dia mengatakan, tim ahli yang dikirim untuk mendampingi 10 kompetitor ini sudah berpengalaman di kompetisi keterampilan dunia sebelum nya.

“Para expert ini sudah mengetahuikekuatanlawan, jugadimana potensi tim kita,” paparnya. Bahkrun menjelaskan, 10 orang yang dikirim ini merupakan para juara lomba kompetensi siswa (LKS). Beberapa di antara mereka sudah ada yang lulus SMK dan boleh ikut ajang ini karena kriteria usia maksimal 22 tahun.

Dia menyampaikan, pelatihan dilaksanakan di tempat yang sudah teruji seperti di Pusat Pelatihan Garmen Ban dung, PT INTI, Unikom, Uni versitas Bina Nusantara, PT Astra Daihatsu Motor, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja, dan PT Aditama Karsa.

Bahkrun mengatakan, pelatihan yang dilakukan institusi di atas mengacu pada standar kompetensi internasional. “Para kompetitor mengikuti pelatihan baik fisik, mental maupun soft skill di masing-masing training center ,” ujarnya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imel da Freddy mengatakan, kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam hal penguasaan teknologi dan kompetensi yang memadai menjadi kunci keberhasilan untuk bertahan di era ini.

Menurut dia, langkah pemerintah untuk menambahkan jurusan-jurusan baru seperti virtual reality, 3D printing, design communication visual , ecommerce, sudah tepat. “Kedepannya, profesi-profesi dalam bidang inilah yang akan memiliki kesempatan lebih luas untuk ditekuni.

Ada beberapa alasan mengapa kemampuan di sektor ini perlu di kembang kan,” kata nya. Pertama, saat ini industri perbankan, kedokteran, keamanan, dan lain-lain akan mulai beralih mengikuti tren digital/komputerisasi yang dapat memberikan hasil yang lebih akurat dan cepat.

Didukung dengan infrastruktur yang sudah berkembang, pekerja yang memiliki keterampilan dalam dunia digital, teknologi, e-commerce akan semakin dicari. Selain itu, selain dapat menyerap tenaga kerja yang lebih ba nyak, profesi di sektor ini juga dapat menciptakan pengusaha-pengusaha mandiri, dalam arti pekerja dengan skill ini bisa menjadi wirausaha atau tenaga freelance.

Mereka bisa bekerja tanpa terikat dengan perusahaan dan bisa bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah, karena tidak memerlukan kantor fisik. Fenome na ini akan memunculkan unit-unit usaha yang lebih mandiri.

Berikutnya, pekerja dengan keahlian di bidang digital/teknologi informasi (TI) memiliki banyak pilihan karier. Lulusan dengan gelar di bidang TI dapat bekerja di banyak sektor dan menekuni berbagai profesi, mu lai dari technical writer, web deve loper, IT director, programmer, data analyst, dan lainnya.

“Karier dalam bidang ini memiliki peluang gaji yang cukup tinggi. Skill di bidang TI merupakan ke mampuan spesifik yang akan terus dibutuhkan oleh sektor industri. Per usahaan- perusahaan teknologi berlomba-lomba merekrut tenaga ahli yang bisa selalu berpikir kreatif dan inovatif.

Untuk itu, mereka tidak ragu-ragu untuk mem berikan penawaran gaji yang tinggi bagi pekerja yang menguasai skill ini,” ungkapnya. Pengembangan berbagai kemampuan ini seharusnya juga dapat ditujukan untuk memperkuat industri di Tanah Air.

Keberadaan pekerja Indonesia yang memiliki skill yang memadai akan meningkatkan daya saing industri dan menambah nilai untuk kapasitas tenaga kerja itu sendiri.

neneng zubaidah