Edisi 06-12-2018
Jokowi: Tumpas KKB Papua sampai ke Akarnya


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan TNI dan Polri untuk memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) Ndugama pimpinan Egianus Kogoya.

Presiden juga menegaskan pembangunan di Papua tetap dilanjutkan. Perintah itu disampaikan untuk meres pons pembantaian yang dilakukan ke lompok tersebut terhadap puluhan pe kerja PT Istaka Karya yang menger ja - kan jembatan Trans-Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Untuk jumlah korban ma - sih simpang siur. Jika sebelumnya kor - ban disebut berjumlah 31 orang, ke ma - rin muncul informasi baru yang menya - ta kan korban sebanyak 20 orang, ter ma - suk seorang anggota TNI. Setelah terungkapnya aksi keji ke - lom pok Kogoya tersebut, TNI/Polri te - ngah mengerahkan 153 personel gabung an TNI/Polri untuk mengevakuasi kor ban dan melakukan pengejaran.

Kema rin TNI AD kembali mengerahkan satu kompi Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti dari Sentani ke Wamena untuk menunggu perintah operasi dari Pang - dam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Jo - sua Pandit Sembiring. Dari Polri juga te - lah dikerahkan masing-masing 1 SSK Bri mob dari Polda Jatim dan Polda Jabar. “Saya telah memerintahkan Pang li - ma TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan ter sebut. Kita akan tumpas mereka sam - pai akar-akarnya,” ujar Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Mantan Wali Kota Solo itu mene gas - kan bahwa tidak ada tempat untuk kelom pok kriminal bersenjata di tanah Pa - pua maupun di seluruh pelosok Indo nesia.

Pemerintah Indonesia tidak akan per nah takut menghadapi mereka. “Hal itu justru membuat tekad saya membara untuk melanjutkan tugas besar kita un - tuk membangun tanah Papua serta un - tuk mewujudkan keadilan sosial bagi se - lu ruh rakyat Indonesia,” tandasnya. Menindaklanjuti perintah tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hu - kum dan Keamanan Wiranto telah meng instruksikan Panglima TNI Mar - sekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jen deral Tito Karnavian menggerakkan pra juritnya untuk mengejar pelaku.

“Tadi saya sudah berbicara dengan Kapolri, Panglima TNI, segera lakukan pengejaran habis-habisan supaya tidak ter ulang lagi. Usaha mereka kan me na - kut-nakuti supaya pembangunan tidak ber jalan. Ini kan namanya mengganggu ke pentingan masyarakat Papua sendiri,” kata Wiranto di Jakarta. Mantan Panglima TNI itu pun meng aku geram dengan tindakan pelaku pe nem bakan puluhan pekerja di Nduga Pa - pua itu. Padahal para pekerja tersebut se dang melakukan pekerjaan yang mulia, yakni membangun infrastruktur untuk kesejahteraan masya ra - kat di Papua. “Sa ya kira itu satu aksi yang sangat bia dab karena ini teman-teman kita mem ba - ngun Papua, sedang mem ba - ngun infra struk tur, mem ba - ngun jembatan untuk kese jah - teraan masyarakat, untuk ke bu - tuh an masyarakat,” tan dasnya.

Ketua DPR Bambang Soe - satyo mendukung langkah te - gas pemerintah menghadapi ke lompok ber sen ja ta tersebut. Dia bahkan meminta Panglima TNI dan Kapolri mengerahkan pa sukan elite. “Harus ditum - pas sampai akar-akarnya, be ra - pa pun biayanya, apa pun biaya yang harus kita tanggung ka re - na keamanan negara rakyat kita nomor satu demikian juga soal HAM saya pribadi men - dorong itu ditindak tegas, urusan HAM kita bicarakan kemu di an,” kata Bambang di Kom pleks Parlemen Senayan Ja karta. Hingga kemarin, KKB ma sih menguasai lokasi ke bera da an jenazah para pekerja jem bat an yang dibunuh di Distrik Yal, Kabupaten Nduga, Papua. Pasukan TNI-Polri yang mela ku - kan evakuasi masih beru pa ya mendekati lokasi pem bu nuhan.

Komandan Korem (Dan - rem) 172/PWY Kol Jonatan Bin sar P Sianipar meng ung - kap kan, pasukan gabungan masih terus melakukan pe nyi - siran dan pencarian korban te - was dan selamat saat pe nem - bakan pekerja PT Istika Karya di Distrik Yigi.Tapi upaya ini tidak mudah karena KKB me la - kukan perlawanan. Kemarin salah satu he li kop - ter milik TNI yang melakukan evakuasi jenazah Serda Han do - ko diserang di Pos TNI PAM Rawan/755 Yalet, di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Ba - ling-baling helikopter sempat terkena tembakan. Namun eva kuasi jenazah Serda Han doko yang di-back-up tim Nang ga - la berhasil dilakukan. Kapolda Papua Irjen Pol Mar tuani Sormin Siregar mem - be narkan insiden terse but.

Dia menuturkan, sekitar pu kul 10.00 WIT, 3 unit heli kop ter dengan tim Nanggala be rang - kat dari Kabupaten Mi mika me - nuju ke Puncak Kabo, Dis trik Yigi, Kabupaten Nduga, yang merupakan lokasi pem ban - taian pegawai PT Ista ka Karya. Saat tim berada di lokasi Pun cak Kabo, helikopter men - da pat tembakan dari arah pun - cak sehingga tim Nanggala me - la kukan tembakan balas an. ”Ka rena ada tembakan dari arah Puncak Kabo, maka Tim Nanggala melakukan tem bak - an balasan dari helikopter. Ada satu helikopter jenis Bell yang baling-balingnya terkena tem - bak an dari kelompok KKB,” ujar nya. aranKa bahan bakar akan habis, akhirnya heli kop - ter melakukan refueling (pe - ngi sian BBM) sekaligus eva - kua si jenazah prajurit TNI Ser - da Handoko.

“Jadi jenazah su - dah dievakuasi ke Kenyam se - lan jutnya akan dibawa ke Timi - ka,” ujarnya. Sebagai infor ma - si, Serda Handoko merupakan prajurit yang bertugas di Pos TNI 755/Yalet Mbua. Dia gu - gur saat pos tempatnya ber tu - gas diserang kelompok pem be - rontak. Pengamat militer dan inte li - jen Susaningtyas Nefo Han da - yani Kertopati meminta kasus penembakan di Papua diung - kap, termasuk dalang di be la - kangnya. Terlebih gerakan ter - sebut memiliki semangat se - paratis yang begitu kuat. Namun dia mengingatkan agar aparat berhati-hati dalam menganalisis dan melakukan pelabelan pelaku penem bak - an. Menurut dia, apa yang ter - jadi dalam waktu belakangan terkait Papua harus juga diper - hi tungkan.

“Perlu juga dise li - diki apakah ada faktor asing yang ikut andil? Kita ketahui banyak pers di sana, desepsi atau bukan juga harus jelas,” ujar dia kepada KORAN SINDO kemarin. Dalam pandangannya, apa yang dilakukan kelompok ber - sen jata di Papua merupakan kejahatan extra-ordinary yang harus diusut tuntas embrio - nya. Namun dia menggariskan, pihak yang bertanggung jawab bukan melulu TNI, Polri, atau BIN saja. Unsur departemen terkait dan pemda harus pula bertanggung jawab. “Tidak pas kalau hanya TNI, Polri, dan BIN saja,” tandasnya.

Sementara itu Panglima Dae rah Militer Makodap III Ndu ga ma Organisasi Papua Mer deka (OPM) Pimpinan Egia nus Kogoya menyatakan ber tanggung jawab atas penye - rang an yang menewaskan pu - luh an pekerja jembatan di Dis - trik Mbua, Kabupaten Nduga pada 1-2 Desember 2018 lalu. Juru Bicara Kelompok Or - ga ni sa si Papua Merdeka Sebby Sam bom dalam siaran pers ke - pada wartawan di Papua, ke - ma rin, mengatakan, setelah aksi serangan yang dilakukan ke lompok OPM, Panglima Dae rah Militer Makodap III Ndugama langsung menge - luar kan pernyataan bertang - gung jawab terhadap penye - rang an pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi, dan Pos TNI Dis trik Mbua.

“Sejak 2 De sem - ber 2018 di bawah pimpinan Komandan Operasi Tuan Pem - ne Kogeya telah dilakukan ope - rasi di Kali Aworak, Kali Yigi de - ngan sasaran Operasi Jem bat - an Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua. Dia meng ung kapkan, pe - nye rangan ini dipimpin Pang - lima Daerah Makodap III Ndu - gama Tuan Egianus Kogeya dan Ko man dan Operasi Pemne Kogeya. Mereka sudah lebih dari tiga bulan melakukan pe - man tauan dan patroli ter ha dap pekerja Jembatan Kali Awo rak, Kali Yigi dan Pos Mbua. Dia menyebut, Pos Mbua adalah pos resmi sebagai pos kontrol dan yang bekerja di Kali Aworak, Kali Yigi adalah murni anggota TNI (Zipur).

“Karena ka mi tahu bahwa yang bekerja se lama ini untuk jalan transdan jembatan-jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu ada lah murni anggota TNI (Zipur),” timpalnya.

Sucipto/kiswondari/ dita angga/sindonews.com/ inews.id









Berita Lainnya...