Edisi 06-12-2018
Jokowi-KMA Segera Gerakkan Serangan Darat


JAKARTA –Pemilu Serentak Legislatif dan Eksekutif (Presiden) 2019 tinggal sekitar empat bulan lagi.

Pada sisa masa wak tu kampanye, kedua kubu pasangan ca lon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) akan fokus melaku kan serangan darat de ngan calon ang go ta le gisla - tif sebagai ujung tombak mereka. Serangan darat yang di mak - sud adalah melakukan pe nya - pa an secara langsung kepada para calon pemilih. Para caleg akan ber tindak sebagai juru bicara un tuk meyakinkan pe - milih bah wa capres-cawapres me reka adalah pa sangan ter - baik untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Se lama ini baik pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin (KMA), mau pun pasangan no - mor urut 02, Prabowo Su - bianto-Sandiaga Salahuddin, lebih ba nyak me la kukan se - rangan uda ra.

Kubu pe tahana maupun kubu penan tang lebih banyak me man faa t kan media massa mau pun me dia sosial dalam me lon tar kan program maupun kritik an di an tara mereka. “Serangan darat ini akan mengombinasikan kekuatan ca - leg dan jaringan sembilan par tai politik (parpol) Koalisi Indo - nesia Kerja. Selain itu jaringan relawan pendukung Jokowi- Kiai Ma’ruf,” ujar Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Kiai Ma’ruf, Arya Si nu - lingga, di Jakarta kemarin. Dia menjelaskan, dari koa - lisi sembilan partai politik pen dukung pasangan Jokowi- KMA terkumpul 150.000 ca - leg. Me re ka adalah para caleg di tingkat pusat, provinsi mau - pun kabu paten/kota.

“Kami itu punya 150.000 caleg. Gini loh, sekarang masih pertem pur an udara. Sebentar lagi, Ja nuari, infanteri akan turun. Kalau infanteri turun, lihat saja bagaimana ini. Ada 9 par tai (Koalisi Indonesia Kerja). Kabarnya PBB (Partai Bulan Bintang) mau gabung ke kita. Ber arti ada 10 partai yang tu run. Bayangkan, 10 partai yang turun infanteri, ini ke kua - t an yang sangat besar,” ujarnya. Arya mengatakan, potensi caleg dalam menuai suara bagi pa sangan caprescawapres sa ngat besar. Para caleg saat ini telah rutin berkunjung ke dae rah pemilihan masing-masing sehingga punya ke sempatan luas menjelaskan prestasi dan program dari Jokowi-KMA langsung ke ca lon pemilih.

“Saya kan juga nyaleg. Saya tiap minggu turun, bi - cara ke masyarakat, bicara sama pe tani. Yang pasti, partai akan tu run, relawan, akan saling support me nu - tupi apa yang tidak bisa dimasuki partai. Dia (re la - wan) akan dikom bi nas ik an (sebagai) senjata-senjata yang berbeda. Kami ratarata caleg itu (bekerja) te ri - torial udah pasti, relawan akan bermain sektoral. Se mua itu akan digabungkan ka rena pemenangan itu ti dak bisa hanya di teritorial atau sektoral. Sektoral itu be tulbetul dikuasai relawan,” tu tur politikus Partai Perindo itu. Menurut Arya, sesuai de - ngan arahan Jokowi, dalam me lakukan penetrasi la pa ng - an, caleg dan relawan akan mela ku kan gerakan microtargeting de ngan mendatangi calon pemilih door to door.

“Jadi itu langsung me nyentuh satu per satu rumah orang dan satu per satu anggota masyarakat,” katanya. Nantinya dalam melaku - kan “serangan darat”, para ca - leg dan relawan akan dibekali dengan berbagai program ke - berhasilan pemerintahan Jo - kowi. Misalnya program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pin tar (KIP), juga Program Ke luarga Harapan (PKH) yang pada tahun depan anggarannya akan melonjak cukup signi fi kan. Belum lagi program pem bagian sertifikat tanah gratis yang langsung dirasakan ma sya ra kat dan pembangunan in frastruktur secara masif di berbagai dae - rah di Indonesia.

“Itu ibu-ibu sama Pak Jokowi bukan main (cintanya). Kenapa cinta? Karena ada KIS, KIP, PKH. Mereka khawatir betul ka - lau Pak Jokowi tidak jadi pre - siden lagi, bakal berhenti nggak program-program ini? Saya nggak tahu pasti berhenti juga itu. Mereka ada 97 juta orang yang terima KIS. Dan itu lang - sung masuk ke rekening ma - sing-masing,” tuturnya. Karena itu untuk saat ini pi - haknya tidak terlalu fokus da - lam membuat program yang si - fat nya pengerahan massa. “Ka - lau show of force nanti aja kalau KPU sudah menentukan tang - gal mainnya,” urainya.

Menurutnya, semakin ba - nyak nya dukungan parpol, ter - ma suk kemungkinan berga - bung nya PBB ke Koalisi In do - nesia Kerja, menunjukkan bah - wa parpol semakin realistis me - lihat peta politik yang ada. “Ini kabarnya bupati dari partai sebelah ada yang mau deklarasi. Tunggu aja Desember ini akan de klarasi lagi. Tunggu aja. Ka - lau jadi cukup oke,” katanya. Sejauh ini, menurut dia, per gerakan lapangan memang be lum terlalu kencang karena ma sa kampanye yang cukup pan jang sehingga harus diatur ri t me nya.

“Karena ini beda ya de ngan Pemilu 2014 yang praktis hanya 3 bulan (masa kam pa nye). Sekarang hampir delapan bu lan. Ini (ibarat) ma - raton, mau nggak mau stamina harus di ja ga. Jangan nanti ken cang, di ujung nya bingung. Kita sesuai kan saja. Kita ini pemain ma ra ton, bukan pelari sprint, “ tuturnya. Senada dengan Arya Si - nulingga, Direktur Relawan TKN Maman Imanulhaq me - nga takan, organ relawan yang mendukung pasangan Jok o - wi-Kiai Ma’ruf terus menga lir. Kemarin, misalnya, di Media Center Cemara, kelompok pe - mer hati kehutanan yang ter - ga bung dalam Relawan Jokowi Rimbawan (RJR) menyatakan dukungannya agar Jokowi kem bali terpilih sebagai pre si - den untuk kedua kalinya.

“Mereka ini adalah kawankawan Pak Jokowi sejak jadi wa - li kota (Solo). Jokowi punya ko - mitmen besar, terutama da lam masalah kehutanan. Ada pro - gram bagi-bagi sertifikat yang menjadi bagian penting ko mit - men Pak Jokowi,” tutur nya. Diketahui sebelum men - jadi wali kota Solo, Jokowi me - rupakan pengusaha per me - belan yang dalam usahanya banyak berkaitan dengan peng olahan hasil hutan, ter - utama kayu. Jokowi juga me - rupakan lulusan Jurusan Ke - hu tanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Jadi ada pembangunan ber kelanjutan. Kita mulai ber - geser dari sekadar deklarasi, tapi isu. Hari ini relawan bukan hanya dalam konteks men - dukung, tapi sudah menge la - bo rasi visi misi Nawacita II Pak Jokowi. Mereka langsung me - nyosialisasi program-program yang menjadi komitmen Pak Jokowi di Nawacita jilid II,” tu - tur politikus Partai Ke bang kit - an Bangsa (PKB) itu. Maman menuturkan, pi - hak nya terus berkomitmen un tuk melakukan gerakan yang lebih masif dengan me - minta para relawan untuk tu - run di teritori komunitas masing-masing.

“Sekarang sudah ada 829 relawan. Kami mengefektifkan seluruh relawan untuk bersinergi de - ngan caleg dan parpol di Koa - lisi Indonesia Kerja. Saat ini saya rasa ada isu-isu yang ber - geser dan saya rasa itu perlu kita antisipasi. Kita tak boleh ada hate speech (ujaran kebencian). S aatnya kita ganti dak - wah kebencian dengan dak - wah kebangsaan,” tuturnya.

Abdul rochim






Berita Lainnya...