Edisi 06-12-2018
KKI 2018 Akan Hasilkan Strategi Kebudayaan


JAKARTA –Kemendikbud mengadakan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018. Targetnya menghasilkan resolusi berisi dasar kebijakan pemerintah dan strategi kebudayaan sampai 20 tahun ke depan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendi dikan dan Kebudyaan (Ke - men dikbud) Hilmar Farid mengatakan, selain untuk me ru - mus kan strategi kebudayaan, KKI 2018 juga memiliki tujuan penting lain, yakni dirumu s - kannya sebuah resolusi. Hal itu penting karena menyangkut hal-hal praktis yang akan di im - plementasikan nanti. Dia menyampaikan, KKI me rupakan medium untuk menghasilkan keputusan serta tempat untuk belajar dan ber - tukar pikiran di bidang ke bu da - yaan. Karena itu, capaian yang dicanangkan pun bukan hanya terumuskannya strategi ke bu - dayaan, tetapi juga resolusi. Strategi kebudayaan itu ber - sifat abstrak, sebagai arah umum kebudayaan sampai 20 tahun mendatang, sementara resolusi lebih konkret dan bisa langsung diterapkan.

“Hasil pertama adalah strategi ke bu - dayaan sebagaimana diatur oleh undang-undang, hasil ke - dua adalah resolusi kongres,” kata Hilmar saat membuka KKI 2018 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin. Hilmar menyampaikan, re - so lusi itu bakal berisi sejumlah poin yang akan diserahkan ke - pada Presiden Joko Widodo un - tuk dijalankan oleh ke men te - rian-kementerian dan lem - baga-lembaga negara. Dia juga menjelaskan bahwa proses pe - ru musan strategi kebudayaan dan resolusi itu berbeda. Untuk strategi kebudayaan dirumuskan di tingkat ka bu - paten dan kota, sementara re so - lusi merupakan pemikiran para peserta kongres. “Ide-ide awal untuk menjadi bagian dari re - solusi disampaikan oleh para peserta setelah kongres dibuka resmi,” katanya.

Hilmar menjelaskan, kong - res ini merupakan ruang ter - buka yang memberikan ke sem - pat an kepada ribuan orang yang hadir untuk berekspresi tanpa agenda. Dia berharap, per te - muan antara pelestari tradisi akan menarik anak muda untuk berpartisipasi mengem bang - kan inisiatif-inisiatif yang me - narik. Sekretaris Jenderal Ke mendikbud Didik Suhardi me nyam - pai kan, salah satu tonggak se - jarah kebudayaan adalah ada - nya UU Nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Pendidik an dan kebudayaan menjadi satu kesatuan yang utuh se - hingga kebudayaan tidak hanya dirasakan di sekolah, juga ling - kungan masyarakat.

KKI ini hendaknya tidak ha - nya menjadi ajang presentasi ma kalah, tetapi menjadi pe - rayaan bahwa kebudayaan su - dah mempunyai dasar hukum yang kuat. “Agar bisa menjadi tonggak dan panduan bagi kita semua sehingga kebudayaan Indonesia bisa menunjukkan jati dirinya yang lebih kuat lagi,” ujarnya. Didik mengatakan, dengan adanya strategi kebudayaan, generasi muda bisa lebih kuat dibentengi dari pengaruh asing. Hal ini juga akan mem - perkokoh identitas kebu da - yaan saat ini hingga men da - tang. Sebagai wu jud perhatian langsungnya, mu lai 2019 pe - me rintah me ng ang garkan da - na khusus untuk sang gar dan alat musik trad i sional ke s e - kolah-sekolah.

“Ke giatan kebudayaan yang bisa kita masukkan ke sekolah ada lah seni dan budaya. Untuk itu, pemerintah mendukung penuh program itu dengan me - ngang garkan dana alokasi khusus un tuk pemajuan kebu da - yaan,” paparnya. Salah satu peserta Kongres Kebudayaan, Hendardji Soepan dji, menyambut baik ter - selenggaranya KKI 2018. Dia menilai kebudayaan adalah se - buah investasi untuk masa de - pan bangsa yang lebih baik.

“KKI sangat strategis karena membahas dan mengkaji se lu - ruh unsur budaya sebagaimana yang tertuang dalam pasal 5 UU No 5 Tahun 2017 tentang Pe ma - juan Kebudayaan, yang nan ti - nya akan dituangkan pada stra - tegi kebudayaan dan rencana induk pemajuan kebudayaan, sehingga itu akan mengantarkan bangsa ini membangun masa depan dan peradabannya yang berdaya saing global,” ujar Hendardji, yang juga ketua umum Komite Seni Budaya Nusantara. Hendardji juga menyatakan bahwa KKI akan memperkuat jati diri bangsa karena pe ngem - bangan kebudayaan berangkat dari kearifan lokal.

Hal yang menarik lain dari KKI kali ini adalah karya ins - talasi raksasa yang disebut pang gung kubah bambu. Pang - gung ber dia meter sepanjang 20 meter de ngan tinggi 10 meter itu me rupakan ikon dari KKI 2018. Arsitek Novi Kristiawati Sutono menjelaskan, dipilihnya ma te rial bambu karena terlihat lebih klasik. Bambu menemani ma nusia sejak lahir hingga me - ning gal dunia. “Material bambu layak dikembalikan menjadi ba - gian penting kebudayaan In do - nesia,” ujarnya Untuk mewujudkan ga gasan itu, Novi membutuhkan 1.400 bambu untuk membuat panggung yang menyerupai kubah. Bahkan, dalam proses pe masangan dibutuhkan 17 orang tenaga kerja selama dua pekan.

Neneng zubaidah





Berita Lainnya...