Edisi 06-12-2018
Mantan Dirut Jasindo Perkaya Rp9,5 Miliar


JAKARTA – Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo, Persero) 2011- 2016 sekaligus mantan Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo, Persero) Budi Tjahjono mem - perkaya diri mencapai Rp9,5 miliar.

Surat dakwaan nomor: DAK -118/TUT.01.04/24/11/2018 atas nama Budi Tjahjono di - bacakan secara bergantian oleh JPU Luki Dwi Nugroho, Moh Helmi Syarif, dan Dian Hami sena di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. JPU Luki Dwi Nugroho me - ngatakan, Budi Tjahjono se laku direktur Pemasaran Korporasi dan direktur utama PT Jasindo (Persero) bersama-sama de ngan Kiagus Emil Fahmy Cornain (pengusaha Sequish Insurance sekaligus orang kepercayaan Kepala BP Migas periode 2008- 2013RadenPriyono) danSolihah (direkturKeuangandanInvestasi PT Jasindo 2008-2013 sekaligus direktur utama PT Jasindo 2016- 2018) telah melaku kan per buat - an tindak pidana korupsi (tipi - kor) secara berlanjut kurun 2009 hingga Maret 2013.

Tjahjono bersama Kiagus dan Solihah secara melawan hu - kum telah mengambil ke - untungan pribadi baik secara langsung maupun tidak lang - sung dari pengambilan ke - putusan dan kegiatan BUMN. Caranya dengan merekayasa kegiatan agen dan pembayaran komisi yang diberikan kepada agen PT Jasindo seolah-olah sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan konstruksi pada Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas)-Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam kurun periode berbeda yakni 2010- 2012 dan 2012-2014. Padahal, penutupan ter sebut tidak menggunakan jasa agen PT Jasindo atau dilaku kan secara fiktif. “Memperkaya terdakwa (Budi Tjahjono) se besar Rp3 miliar dan USD662.891,21 (setara saat itu lebih Rp 6,555 miliar),” tandas JPU Luki saat membacakan surat dakwaan.

Berikutnya ada tiga pihak lain yang diperkaya. Pertama, Kiagus sejumlah Rp1.330.668.513,27. Kedua, Solihah sebesar USD198.381,95. Ketiga, Wibowo Suseno Wirjawan alias Maman Wirjawan (adik Gita Wirjawan) selaku deputi ke uang an BP Migas sebesar USD100.000. “Merugikan keuangan negara c.q PT Asu ransi Jasindo sebesar Rp8.469.842.248,16 dan USD766.955,97 atau setara Rp7.584.102.194,51,” paparnya. JPU Dian Hamisena me nga - takan, selama kurun 2009- 2014, BP Migas melakukan dua kali pengadaan dengan metode beauty contest baik untuk pe - nutupan asuransi aset maupun penutupan asuransi konstruk si dengan PT Jasindo ditunjuk sebagai leader konsorsium.

Pertama, pengadaan jasa asu ransi aset industri dan sumur BP Migas-KKKS 2009- 2012 dan pengadaan konsor - sium asuransi proyek konstruksi KKKS 2009-2012. Dalam pro - ses ini, PT Jasindo sebagai leader konsorsium seolah-olah mengg unakan jasa agen KM Iman Tauhid Khan (orang keper caya - an Kiagus). Kedua, pengadaan jasa asu - ransi aset industri, sumur, dan aset liquefied natural gas (LNG) BP Migas-KKKS 2012-2014 dan penutupan konsorsium asu ransi proyek konstruksi KKKS 2012-2014. PT Jasindo sebagai leader konsorsium seolah-olah menggunakan jasa Direktur PT Bravo Delta Per - sada Supomo Hidjazie sebagai agen corporate (asuransi ke - rugian).

Sabir laluhu





Berita Lainnya...