Edisi 06-12-2018
Gencarkan Diplomasi Positif, Paspor UEA Terkuat di Dunia


JAKARTA–Uni Emirat Arab (UEA) berhasil me nyingkirkan Singapura dari posisi puncak pe ringkat paspor terkuat di dunia pada 2018 versi The Passport Index.

Capaian itu tidak terlepas dari ke berhasilan UEA mening kat kan akses visa-free dan visa-on-arrival men jadi me nuju 167 negara, unggul 1 negara dengan Singapura. Pemeringkatan yang di du - kung konsultan keuangan Arton Capital itu mengurutkan paspor berdasarkan jumlah negara yang dapat dikunjungi tanpa memerlukan visa. Di be - la kang UEA terdapat Singapura dan Jerman, dengan nilai visafree mencapai 166 negara. Ada - pun posisi tiga diduduki 11 ne - ga ra, mulai Denmark hingga AS. Selandia Baru ber gan dengan dengan Malta dan Islandia di posisi keenam dengan nilai 162 negara. Disusul Australia dan enam negara lainnya de - ngan nilai 161 negara. Se men - tara itu, Afghanistan berada di urutan terakhir dengan nilai 29 negara. Irak, Pakistan, Suriah, Somalia, dan Yaman juga me - miliki nilai di bawah 40.

“Predikat ini merupakan refleksi dari warisan Syekh Za - yed, pendiri UEA. Hal ini juga menunjukkan upaya keras kami da lam menggencarkan di plo - masi positif sekaligus mem per - li hatkan UEA sebagai negara yang percaya diri dan kekuatan di tingkat global,” kata Menlu UEA Abdullah bin Zayed Al Nah yan, dilansir stuff.co.nz . Menurut The Passport In - dex, UEA berhasil naik ke po sisi teratas dari posisi keempat hanya dalam kurun waktu se - bulan. Beberapa daftar negara baru yang dapat diakses UEA tanpa visa ialah Belgia, Austria, Jepang, Yunani, Portugal, Swiss, Inggris, Irlandia, dan Ka nada. Mereka dinilai sangat gencar melakukan diplomasi.

“Determinasi, fokus, dan di - plomasi positif yang dicanangkan UEA membantu me ning - kat kan kekuatan paspor. Me - reka dapat bergerak bebas di du - nia,” ungkap The Passport In - dex, dilansir Khaleejtimes.com. Namun, The Passport Index bukanlah satu-satunya lembaga yang mengeluarkan pe ring - kat paspor terkuat di dunia. Pe - saingnya, Henley Passport In - dex yang bermarkas di Inggris, memberikan hasil yang ber be - da. Pada Oktober lalu, Henley Passport Index menempatkan Jepang sebagai negara dengan paspor terkuat di dunia. Sama seperti di The Passport In dex, Singapura juga ter sing - kir dari posisi puncak di Henley Passport Index setelah Jepang membuat kesepakatan istimewa dengan Myanmar.

Peringkat ini bersifat cair dan dapat ber - ubah sewaktu-waktu, bahkan terkadang dirilis setiap bulan. Jerman juga memuncaki pe - ring kat pada Januari. Henley Passport Index lebih sering dijadikan acuan para pemangku kepentingan karena didasarkan pada data eksklusif dari Asosiasi Transportasi Uda - ra Internasional (IATA) yang memiliki basis data informasi traveling terbesar dan terakurat di dunia. Meski demikian, ke - dua nya berupaya memberikan gambaran secara utuh. Tahun lalu setelah Paraguay memberlakukan bebas visa bagi Si ngapura, paspor negara kota itu jadi yang paling kuat di dunia de ngan nilai bebas visa men - capai 159. Adapun Indonesia berada di peringkat ke-64 de - ngan nilai be bas visa 63.

Hal ini membuktikan Indonesia masih kurang dikenal dan kurang di - percaya. Saat itu prestasi Singapura menandai sejarah baru. Mereka menjadi negara pertama Asia yang memiliki paspor paling kuat di dunia. “Ini merupakan hasil dari relasi diplomatik in - klusif dan kebijakan luar negeri efektif Singapura,” ujar pe mim - pin tertinggi eksekutif Arton Singapura, Philippe May, di ku - tip The Straits Times. Saat itu, Singapura juga untuk per tama kalinya meng - ge ser Jer man dari posisi pun - cak, meski tipis. Di sepanjang sejarah, pe ringkat sepuluh be - sar selalu di dominasi negaranegara Eropa. Jerman bahkan memimpin da lam dua tahun terakhir.

Na mun, Jerman harus turun ke po sisi kedua dengan nilai bebas visa mencapai 158. Berdasarkan pengamatan Arton yang memantau paspor seluruh negara di enam benua secara real time, Singapura me - rangkak naik secara konstan se - jak merdeka pada 1965. Capaian itu belum mampu diikuti Indonesia yang berada di peringkat ke-5 di antara 10 ne - gara anggota Perhimpunan Bang sa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kendati begitu, tren Indonesia dalam peringkat pas - por terkuat di dunia terus mem - baik. Tanah Air dilaporkan se - lalu naik tiga peringkat dalam dua tahun terakhir. Namun, pengamat hu bu - ngan internasional Guspiabri Su mowigeno dari Par Indonesia Strategic Research menyimpulkan indeks ini menunjukkan In - donesia kurang dikenal dan di - percaya oleh negara-negara luar.

Begitu pun sebaliknya, Indonesia juga tidak ingin memberikan bebas visa kepada ne - gara yang belum stabil. Dalam pandangan Gu s piabri, penyebab utama kalahnya Indonesia dari Singapura dan Malaysia dalam peringkat paspor Arton ialah akibat sistem pencatatan kependudukan yang masih kurang kredibel. Di Indonesia, kasus pemalsuan do kumen masih marak sehingga banyak negara besar yang menjadi kurang percaya. “Negara luar juga ingin me - ngantisipasi hal yang tidak diinginkan,” ujar Guspiabri.

Muh shamil




Berita Lainnya...