Edisi 06-12-2018
Perempuan-Anak Rentan Jadi Korban Intoleransi


JAKARTA – Komnas HAM menyatakan perempuan dan anak adalah dua kelompok paling rentan menjadi korban dari tindakan intoleransi, politik kebencian, ekstremisme, dan radikalisme.

Bahkan un tuk anak, selain menjadi kor - ban, juga sering kali dilibatkan sebagai pelaku. Koordinator Subkomisi Pe - majuan HAM Beka Ulung Ha p - sara mengungkapkan, ada be - be rapa faktor penyebab pe - rem puan dan anak rentan sebagai korban di antaranya intoleransi politik, kurangnya kesadaran akan pentingnya pemerintahan yang baik, serta rasa diasingkan atau alienasi. “Demikian juga anak, ren - tan terpapar infiltrasi into leransi, radikalisme, dan eks - tremisme. Bahkan, anakbukan hanya sebagai kor ban, namun sering kali di li batkan sebagai pelaku,” ung kap Beka Ulung di Kantor Kom nas HAM.

Ketua KPAI Susanto men - jelaskan, anak yang terpapar paham radikalisme tetap di posisi sebagai korban. Apabila dia sebagai pelaku, maka harus mengacu ke UU Nomor 11/ 2012 tentang Sistem Peradilan Anak. “Untuk memutus mata rantai agar anak tidak melakukan tindakan berulang dan ti - dak berdampak jangka pan - jang bagi anak, harus di pas ti - kan bahwa yang bersangkutan direhabilitasi,” ujarnya. Yunianti Chuzaifah, Ang - gota Komnas Perempuan me - ng ungkapkan, intoleransi me - nimbulkan dampak ber kepan - ja ngan bagi perempuan. Sebab korban perempuan memiliki kerentanan khusus diban - dingkan dengan korban lakilaki.

“Meskipun korban lakilaki juga mengalami keseng sa - raan dan penderitaan sama, tapi perempuan berhadapan de ngan kerentanan khusus aki bat peran gender yang di - main kannya, baik dalam pe - ran nya sebagai perempuan, istri, ibu, atau sebagai anggota masyarakat,” katanya. Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Inter na - tio nal Usman Hamid me nye - but maraknya intoleransi ada - lah buah dari politik ke ben - cian. Menurutnya, politik ke - ben cian memiliki dampak se - rius di masyarakat luas dan se - bagai kemunduran penegakan HAM.

“Misalnya ada pawai de mons trasi waktu itu, anakanak meneriakkan hal tidak manusiawi. Itu memperlihatkan kemunduran serius dalam HAM,” kata Usman.

Binti mufarida





Berita Lainnya...