Edisi 06-12-2018
Pura-pura Mati, Lari, Tetap Gagal Meloloskan Diri


Penganiayaan dan penembakan para pekerja PT Istaka Karya (Persero) di Puncak Kabo, Nduga, Papua, Minggu lalu (2/12), menjadi peristiwa yang mengerikan.

Mereka yang tengah mencari nafkah dengan bekerja di proyek jembatan bagian Trans- Papua justru menjadi korban kebiadaban anggota Orga - nisasi Papua Merdeka. Mereka sama sekali tak me - nyangka. Apalagi saat bekerja selama ini, semua halnya ber ja - lan biasa-biasa saja. Namun ketenangan dari sekitar 25 pe - kerja itu berubah total ma na - kala tiba-tiba pada Sabtu (1/12) sore sekitar pukul 15.00 WIT, kamp mereka digeruduk 50-an anggota kelompok kri - mi nal bersenjata (KKB). Dengan lancang, KKB ini meminta seluruh pekerja PT Istaka Karya agar segera keluar meninggalkan kamp. Setelah mereka keluar, KKB mengikat tangan 25 pe kerja. Dengan bermodalkan senjata standar militer, mereka kemu - dian membawa para karyawan PT Istaka Karya me nu ju Kali Ka runggame.

Penye kap an terus berlanjut. Keesok an harinya, sekitar pukul 07.00 WIT, para pekerja dibawa me nu ju bukit puncak Kabo. Di te ngah per ja - lan an, para sandera lantas di - pak sa membentuk barisan da - lam formasi lima-lima. Di te - ngah kelelahan ka rena berjalan naik turun bukit, mereka lantas diminta berjalan jongkok. Tidak lama kemudian KKB bertindak sadis. Mereka mem - babi buta menembaki seluruh pekerja. Saat penembakan terjadi, KKB juga begitu girang. Mereka menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua. Di pagi yang mencekam itu, para pekerja Istaka Karya tak ber kutik. Tembakan senjata api berstandar militer dari jarak de - kat membuat para pekerja me - ning gal di tempat.

Namun tem - bakan yang membabi buta KKB ini justru sebagian mele se t atau tidak mengenai organ vital. Pekerja yang beruntung ini pun tak banyak pilihan. Agar tak terus ditembaki atau dia - nia ya, mereka pun berpurapura ambruk terkapar di tanah dan mati. Hal ini seperti dila ku - kan JA, salah satu pekerja yang selamat. “Saat penembakan itu, ada 14 pekerja yang me - ning gal di lokasi,” ujar JA se - perti diceritakan Kepala Pene - rang an Kodam (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, kemarin. Setelah puas menembak, mereka meninggalkan para kor - ban begitu saja di lokasi. Se men - tara KKB melanjutkan per ja - lanan menuju Bukit Kabo. Se ba - nyak 11 orang yang sebe lum nya berpura-pura mati itu kemudian berusaha melarikan diri. Namun, malang, saat dalam perjalanan melarikan diri, me - re ka masih saja terdeteksi KKB.

Para pekerja pun ber la rian berupaya menyelamatkan diri. Nahas, lima pekerja kem bali ditangkap KKB. Menge ta hui masih ada sanderanya yang hidup, KKB makin bengis. Ka li ini mereka tidak menem baki para pekerja, tapi meng go rok - nya. Enam orang lainnya pun makin ketakutan tak terkira. “Beruntung enam orang itu kemudian berhasil melarikan diri ke arah Mbua,” lanjut Aidi. Namun hingga sore ke ma - rin, dua dari enam orang yang selamat itu belum ditemukan. Adapun empat lainnya, ter ma - suk JA, berhasil di amankan anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua. “Menurut ke te rangan Saudara JA, jumlah korban yang dipastikan me - ninggal dunia dibantai KKB di lereng Bukit Puncak Kabo adalah 19 orang,” kata Aidi.

Menurut pengakuan JA, saat menyandera 25 pekerja PT Istaka Karya, KKB yang saat itu berjumlah 50 orang me nen - teng senjata standar militer. Senjata itulah yang digunakan untuk menembaki para pe - kerja. Senjata itu pula yang di - gu nakan mereka menembaki para pekerja yang berhasil kabur dan diamankan di Pos TNI 755/Yalet. Tak hanya itu, KKB Juga membekali diri dengan panah dan tombak. Setiba di Pos Yonif 755, para pekerja belum benar-benar aman. KKB nekat menyerang pos TNI dengan melempari batu. Secara terus-menerus mereka juga memberondong dengan tembakan otomatis. Seorang anggota Yonif 755/ Yalet atas nama Serda Han do ko yang membuka jen de la pun tertembak dan gugur,” kata Aidi.

Dia menjelaskan, anggo ta - nya yang berada di dalam pos itu langsung melakukan per - lawanan. Tembak-menembak antara prajurit TNI dan KKB pun tak terhindarkan. Kontak senjata ini terjadi hingga malam hari, sekira pukul 21.00 WIT atau kurang lebih 16 jam. Karena situasi tidak ber im - bang dan kondisi medan yang tidak menguntungkan. Pada Selasa (4/12) dini hari sekitar pukul 01.00 WIT, Danpos me - mutuskan mundur. Saat memutuskan mundur tersebut, seorang prajurit lain - nya, yaitu Pratu Sugeng, juga tertembak di bagian lengan. Baru keesokan paginya sekitar pukul 07.00, Satgas Gabungan TNI-Polri berhasil menduduki Mbua dan melaksanakan pe - nyelamatan serta evakuasi korban sepenuhnya. Namun serangan KKB ter - nyata belum berakhir.

Saat tim akan mengevakuasi para kor - ban dengan helikopter, KKB menembaki mereka secara acak. “Tembakan terha dap heli tidak ada masalah ka rena hanya kena di baling-ba ling dan heli berhasil membawa korban ke Kenyam,” terang Waka Pendam XVII/Cen de ra wa sih Letkol Inf Dax Sianturi di Jayapura.

DITA ANGGA, SINDONEWS.COM
Nduga











Berita Lainnya...