Edisi 06-12-2018
Sampah Kali Meningkat, Petugas dan Alat Berat Siaga


JAKARTA – Volume sampah di kali/sungai wilayah Jakarta meningkat. Sampah tersebut terbawa hanyut setelah hujan deras melanda kawasan hulu.

Kondisi ini membuat pengawasan diperketat dengan menyebar petugas dan menge - rah kan alat berat di lokasi rawan banjir. Tumpukan sampah ter pantau di Kali Sekertaris, Banjir Kanal Barat (BKB), Kali Krendang, hingga Kali Pesang gra - han. Untuk memaksimalkan pengangkutan sampah, be be - rapa kali dipasangi high density polyethylene (HDPE). HDPE ber bentuk persegi panjang ber warna oranye atau biru yang mengapung dengan po - sisi melintang di badan kali. Alat ini mampu menahan sam pah di kali sebelum di ang - kut. Ada juga yang pakai ponton yang biasa dipasang di der ma - ga.

Setelah terhambat meng - gunakan alat tersebut, pe tugas ke mudian mengangkut sam - pah secara manual maupun me - makai alat berat lalu diteruskan ke truk. Menurut Agus, 31, petugas UPK Badan Air di kawasan BKB, sejak dua pekan lalu, sam pah di depan Mall Season City mengalami peningkatan. Pe tugas UPK pun ditambah untuk mengangkut sampah itu. “Kami di sini sampai di - buat kan pos untuk berjaga. Be berapa jam sekali kami tu - run ke kali mengangkut sam - pah,” ujar Agus di Tambora, Jakarta Barat, kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengakui terjadi pe ning - kat an volume sampah di kali se jak beberapa hari ini. Sam - pah ini merupakan imbas dari hujan yang mengguyur wi la - yah Depok dan Bogor. “Sam - pah dari permukiman ter do - rong ke kali atau sungai ter ma - suk dari hulu Depok dan Bo - gor,” kata Isnawa. Sebelumnya sampah di kali dan waduk hanya sekitar 175- 220 ton per hari. Kali ini sejak musim hujan, sampah men - capai 400 ton. Sampah yang ditemui mulai plastik hingga sampah rumah tangga seperti kasur, sofa, serta peralatan elek tronik. Untuk menjaga kali tetap ber sih, dia meminta UPK Ba - dan Air bersiaga. Penjagaan di - perketat dengan menem pat - kan petugas di lokasi dan mem baginya menjadi tiga shift jam kerja.

“Kami juga me nyia - ga kan alat berat di beberapa lo - kasi tertentu,” ucapnya. Selain itu, warga di hulu ju ga harus diberikan edukasi ti dak membuang sampah ke su ngai. Dia memprediksi pe num puk - an sampah akan ter jadi di 12 titik di lima wilayah ko ta. Di Jakarta Pusat, tum puk an sam - pah terjadi di Pintu Air Mang - garai dan BKB Pe tam buran. Di Jakarta Utara ada empat lokasi yang menjadi ti tik pe - num puk an sampah, yakni Kali Cagak Penjaringan, Cakung Drain Ci lin cing, Pintu Air 8 Tanjung Priok, serta Kali Sen - tiong. Di Jakarta Barat, tum puk - an sampah terjadi di BKB Sea - sons City dan Kali Sekertaris. Kemudian di Jakarta Selatan, penumpukan sampah di sa - ring an TB Simatupang dan Kam pung Melayu aliran Tebet. “Ini kawasan yang harus di - prio ritaskan antisipasinya,” kata Isnawa.

Kasudin Lingkungan Hi - dup Jakarta Barat Edy Mul - yan to mengatakan, sampah di wi layahnya meningkat sekitar 20% saat musim penghujan. Peningkatan ini hampir terjadi di sejumlah kali seperti Pe - sanggrahan, Sekertaris. Menurut dia, peningkatan volume sampah merupakan hal wajar mengingat Jakarta Barat merupakan wilayah hilir yang menjadi aliran kali ter akhir. Di Jakarta Barat, sekitar 1.750 ton sampah per harinya. Sa at mu - sim penghujan vo lu me sampah mencapai 2.100 ton.

Yan yusuf








Berita Lainnya...