Edisi 06-12-2018
700.000 Warga Afghanistan Tinggalkan Iran


JENEWA– Lebih dari 700.000 warga Afghanistan telah kembali dari Iran tahun ini saat kondisi ekonomi Iran semakin sulit. Perpindahan warga itu pun memberi dampak pada ekonomi Afghanistan, menurut dari badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam laporan yang mencakup periode hingga 1 Desember, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan total 752.325 warga Afghanistan telah kembali dari Iran dan Pakistan, termasuk 721.633 orang dari Iran. ”Kepulangan warga tanpa dicatat dari Iran itu mengalami peningkatan besar dalam beberapa tahun sebelumnya, terutama didorong masalah politik dan ekonomi di Iran, termasuk devaluasi mata uang secara besar,” kata laporan IOM dilansir Reuters. Permintaan untuk tenaga kerja asal Afghanistan dalam ekonomi informal Iran telah turun drastis. ”Saat semua warga Afghanistan biasa mengirim pendapatan mereka dalam bentuk gaji bulanan, ekonomi Afghanistan sendiri mendapat dampak dari kekeringan di sejumlah Provinsi Herat, Badghis, danGhor, yangmengalami dampak langsung dan segera,” ungkap laporan IOM.

Media Iran melaporkan banyak warga Afghanistan kembali atauberupayamasukTurkiuntuk mencapai Eropa setelah jatuhnya mata uang Iran yang merosot 70% nilainyatahunini. Iranbangkit pada awal 2016 setelah beberapa tahun sanksi global dengan adanyakesepakatannuklir. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan itu pada Mei karena dianggap lebih menguntungkan Iran. AS kemudian menerapkan kembali berbagai sanksi yang merugikan sektor minyak dan perbankan Iran sejak 5 November lalu.

Kepala Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) Jan Egeland menjelaskan, meningkatnya tekanan AS pada Iran akan menciptakanbanyakmasalahbagi Afghanistan.” Orangyangakanpertama kali kehilangan eksistensinya ialah pengungsi dan migran Afghanistan yang terdaftar dan takterdaftar,” ujarEgeland.

Syarifudin











Berita Lainnya...